TEL BURNA, HARIANACEH.co.id — Sebuah situs arkeologi kuno ditemukan di Tel Burna, Israel. Situs berusia 3.300 tahun itu diyakini bekas kompleks pemujaan.

[-“doPse148MDVoorJzQF6wu7r45U2mT3kK”]Hingga saat ini, para arkeolog belum merampungkan ekskavasi kompleks secara keseluruhan. Namun, mereka sudah dapat memperkirakan seberapa luas kompleks tersebut.

Pekarangannya sendiri diperkirakan memiliki ukuran 16×16 meter. Di dalam kompleks, para arkeolog menemukan tiga cangkir yang saling berhubungan, pecahan topeng wajah, kendi berukuran besar, serta tulang-belulang hewan bekas pembakaran. Keberadaan tulang mengindikasikan adanya ritual pengorbanan.

Tetapi, para arkeolog belum yakin siapa yang melakukan ritual pemujaan di kompleks tersebut.

Baca Juga:  ISIS Luncurkan Aplikasi Belajar Untuk Anak-Anak

“Aksara-aksara Ugarit (yang ditemukan pada situs kuno Suriah) menunjukkan bahwa kompleks ini merupakan kuil bangsa Kanaan. Baal, atau dewa badai Kanaan, kemungkinan besar dewa yang dipuja di kompleks itu,” kata Itzhaq Shai, profesor Ariel University yang mengarahkan proyek riset di Tel Burna.

Para peneliti juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan bahwa kompleks itu juga menjadi tempat pemujaan bagi dewi-dewi, seperti dewi Anat. Artefak yang ditemukan pun terbilang unik. Salah satunya adalah pecahan topeng burna yang tersisa hanya bagian hidungnya saja.

Sementara itu, tiga cangkir yang saling berhubungan diyakini didatangkan dari Siprus. Kegunaan dari artefak tersebut hingga kini juga masih menyisakan misteri. Para peneliti juga menemukan kendi-kendi berukuran besar. Beberapa diantaranya bahkan berukuran sebesar manusia.

Baca Juga:  Dishubkominfo Aceh Bersama Dishubkominfo Aceh Timur, Sosialisasi Foss Serta Bimtek Wecore Engine

 

loading...