HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KPK Panggil Anak Bos Sentul City Terkait Kasus Suap Lahan

1

JAKARTA, HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Daniel Otto Kumala, anak Direktur Utama PT Sentul City Bogor sekaligus Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri, Kwee Cahyadi Kumala.

[-“7Aoj5OiOc14RAFP5ppOg2qRI8McEXsUv”]Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan Daniel diperiksa sebagai saksi untuk ayahnya.

“Sebagai saksi terkait kasus dugaan suap rekomendasi kawasan hutan di Kabupaten Bogor untuk tersangka KCK,” ujar Priharsa melalui siaran pers, Kamis, 16 Oktober 2014.

Selain Daniel, penyidik juga memanggil tangan kanan Cahyadi, Robin Zulkarnain. Saksi lainnya yang juga dipanggil adalah karyawan PT Serpong Karya Cemerlang Elfi Darlis, Sudarmi alias Darmi, Casrudin, dan Ardani dari swasta.

KPK resmi menetapkan Kwee Cahyadi Kumala alias Sui Teng, sebagai tersangka pada Selasa, 30 September lalu. Cahyadi disangka terlibat dalam menyuap Bupati Bogor Rahmat Yasin, terkait perizinan kawasan hutan seluas 2.754 hektare di Jonggol, Bogor. Selain itu, Cahyadi juga disangka berupaya menghilangkan barang bukti serta mempengaruhi saksi untuk berbohong di persidangan.

Nama Cahyadi Kumala masuk dalam putusan Fransiscus Xaverius Yohan Yap dalam kasus suap tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare di Jonggol, Bogor. Yohan merupakan tangan kanan Cahyadi.

Yohan divonis ringan atau 2,5 tahun karena telah menjadi ‘justice collaborator’ untuk KPK dengan mengakui menyetor uang tiga kali kepada Bupati Rachmat Yasin. Walau menyerahkan suap, dalam persidangan terungkap bahwa Yohan sebenarnya hanya kurir atau orang suruhan Cahyadi Kumala.

Yohan menerima cek senilai Rp 5 miliar dari Cahyadi, tapi sulit dicairkan. Bosnya lalu memerintahkan dia menemui Robin Zulkarnain. Dari Robin, uang tunai itu berpindah tangan ke Yohan dan kemudian diserahkan ke Yasin. Kini Robin mendapat status cegah sehingga tak bisa pergi ke luar Indonesia

 

loading...