HARIANACEH.co.id — Acara gotong-royong memperbaiki jalan desa di Dusun Somor Kramat, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berubah menjadi petaka, Kamis, 16 Oktober 2014. Holik Husin, 17 tahun, warga setempat, tewas tertimbun longsoran saat ikut menambang pasir bersama dua rekannya, Imam dan Yusuf. “Holik langsung tewas di tempat,” kata Ahmat, tetangga korban.

[-“LsOkyczU0w2OPJBr85dpLPnTK0qx89bD”]Menurut dia, Holik yang masih tercatat sebagai siswa Madrasah Aliyah Aswaja, Kecamatan Ambunten, ini baru pertama kali ikut gotong-royong. Holik langsung ambil bagian menambang pasir untuk bahan urukan jalan desa. Namun nahas, baru beberapa kali memindahkan pasir ke atas pikap, Holik, Imam, dan Yusuf langsung tertimbun longsoran tanah bekas galian.

Baca Juga:  Laporan Kinerja Mahkamah Agung Diapresiasi Menpan-RB

Ahmat mengatakan hanya Imam dan Yusuf berhasil keluar dari timbunan. Sedangkan Holik tidak berhasil keluar dan ditemukan tewas. “Ketebalan timbunan tanahnya mencapai 4 meter,” ujarnya.

Meski tewasnya Holik merupakan kecelakaan, aparat Kepolisian Resor Sumenep tetap akan melakukan penyelidikan. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa cangkul, keranjang pasir, dan mobil pikap yang digunakan korban mengambil pasir. “Kami akan juga memeriksa sejumlah saksi,” kata Humas Polres Sumenep Ajun Komisaris Jaiman. Adapun jenazah Holik, dia melanjutkan, langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

 

loading...