ACEH BESAR, HARIANACEH.co.id — Dua Kafe MEUZINA yang sudah menjadi penyakit Masyarakat di Aceh Besar khususnya yaitu Netral Cafee dan Aston Cafee di Gampong Intan, Kecamatan Krueng Barona, Aceh Besar atau dari Jembatan Lamyong Banda Aceh menuju ke Jembatan Lamreung pada Kamis, 16/10/2014 tadi dibongkar Polisi Syariat Islam atau Wilayatul Hisabah (WH).

[-“AOGiG6EZt0fX7GY9J5CcBFEKZVL9v2Pa”]Sebelumnya kafe tersebut setiap mau digrebek WH, Pemilik Kafe sudah mengetahui informasi dari anggota PM sebagai bekingnya, kemudian pemilik kafe menyuruh pulang semua pelangganya agar tidak ketahuan pada saat di grebek, oknum PM tersebut sering dibawa oleh WH saat penggrebekan di daerah tersebut (DATA TIM Intelijen Seuramoe Mekkah).

Dalam pengrebekan petugas juga menemukan Kondom berceceran.

Pembongkaran tersebut di Apresiasi setinggi-tingginya oleh Mujahidin Seuramoe Mekkah baik yang tergabung dalam Kereta Mujahidin Seuramoe Mekkah (MSM), Kereta Mujahidin Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Kereta Mujahidin Laskar Pembela Islam (LPI), kereta Mujahidin Tim Investigasi tempat Maksiat (TIM) Intelijen Seuramoe Mekkah serta Masyarakat Aceh Besar khususnya dan Aceh Umumnya.

Dari data yang diperoleh kereta Mujahidin Seuramoe Mekkah
di lapangan banyak muda-mudi yang berzina ditempat tersebut, bahkan kedua Pemilik Kafee tersebut sudah menandatangani sejumlah PERJANJIAN UNTUK TIDAK LAGI MEMFASILITASI PELAYANAN TEMPAT ZINA, NAMUN PERJANJIAN TERSEBUT DI KHIANATI DAN DIINGKARI BAGAIKAN PERANGAI KAUM ISRAEL YANG SELALU MENGKHIANATI JANJI, DAN TERMASUK KEDALAM CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK “Apabila ia berjanji maka ia ingkari” Terang Abu Zubir Penasehat Mujahidin Seurmoe Mekkah, diantara Perjanjian Lisan maupun dengan Tulisan baik dengan Pihak Gampong Intan, Kapolsek, Pemkab hingga Pemprov Aceh serta Ormas semuanya di ingkari oleh Mereka, Semua tidak didengar dan dipatuhi.

Baca Juga:  Enam Kandidat Gubernur Aceh Terima Nomor Urut

Abu Zubair Al Ashy menjelaskan Anggotanya pernah Mengrebek Kafe tersebut pada Sabtu, 10 Mei 2014 (Malam Minggu) lalu bersama kereta Mujahidin Front Pembela Islam (FPI) dan Masyarakat Aceh Besar “Pada saat kami mengrebek warung tersebut muda-mudi pelaku Mesum berhamburan melarikan ke Sawah dibelakang kafe namun Motor yang mereka bawa dibiarkan didepan, Kemudian kami menemui pemilik Kafee bernama Nasir dengan Alunan Musik Disko yang sangat keras di Kafee itu.

Ketika anggota kami nasehatkan tidak di dengarkan oleh beliau (Nasir), malah beliau adu Argumen dan tidak mau mengakui tempatnya tersebut sebagai tempat Mesum, ketika itu suara Disko makin dibesarkan oleh anak buahnya, seolah-olah mereka punya Beking yang kuat, Maka setiap perkataan dan omongan Nasir selalu diwarnai dengan kebohongan, Hal tersebut juga termasuk kedalam ciri-ciri orang Munafik “Apabila berkata ia Berdusta (Berbohong). tambah Abu Zubair Al Ashy.

Baca Juga:  Ormas Al Kahar Serukan Masyarakat Muslim Galang Bantuan Untuk Myanmar

“itu sudah biasa bagi pelayanan tempat esek-esek bagaikan Maling yang tidak mau mengakui bahwa dia seorang Pencuri” tandasnya lagi.

Sementara TIM (Tim Investigasi tempat Maksiat) Intelijen Seuramoe Mekkah Muhammad Farhat berpesan kepada Polisi Wilayatul Hisbah(WH) “WH harus mewaspadai musuh dalam selimut” artinya WH tidak objektif dalam memilih kawan jangan sampai musuh dirangkul” Tegas Muhammad Farhat pada saat dihubungi SeuramoeMekkahNews pada Kamis, 16/10/2014 tadi sore.

“Semangat WH lawan Beking Maksiat, Lawan Perusak Syariat Islam di Serambi Mekkah, jangan takut sama ancaman mereka, kami ada di samping kalian, jangan segan-segan untuk bekerjasama dengan kami apabila kurang pasukan, kami siap mengirimkan para relawan Hisbah bahkan relawan Jihad sekalipun yang siap Syahid di Jalan Allah SWT.”Tambahnya.

Pihaknya TIM Intelijen akan terus memantau kafe tersebut, mereka juga sudah mengantongi nomor HP (0853623866) Geuchik gampong Intan yang dapat dihungi setiap saat.

Bang Gani (36) warga Aceh Besar mengaku senang dengan pembokaran tersebut tempat Zina tersebut yang sudah membabi buta dengan perzinaan.

Baihaqi (21) sekaligus Mahasiswa di Darussalam sangat mengapresiasi dengan tindakan WH tersebut “Kedua Kafe itu menjadi ladang Mesum, bila perlu pemiliknya juga dibakar” ujarnya

Hingga Kamis malam yang biasanya kafee tersebut menjadi tujuan muda-mudi untuk berzina sekarang sudah sepi, Alhamdulillah.

 

loading...