,

Puluhan Ketua RT Mundur Untuk Protes Wali Kota Malang

MALANG, HARIANACEH.co.id — Puluhan ketua rukun tetangga, rukun warga, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengundurkan diri. Mereka menyerahkan stempel RT, RW dan LPMK kepada Wali Kota Malang Mochamad Anton.

[-“jBzrlgIuT6uWlQGoobuhNSOA8V64NyRv”]Aksi yang mereka lakukan itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pengaturan lalu lintas dalam kota. Pemerintah Kota Malang memberlakukan jalur satu arah di jalan penghubung Malang-Kediri. “Kami mundur sebagai komitmen memperjuangkan dan membela masyarakat,” kata salah satu bekas Ketua RT Kardiyanto, Jumat, 17 Oktober 2014.

Ribuan warga melakukan aksi blokade jalan akses Malang menuju Kediri. Aksi digelar dua hari berturut-turut sampai tuntutan agar jalur dua arah diberlakukan kembali dipenuhi. Menurut Kardiyanto, pemberlakuan jalur satu arah mematikan mata pencaharian warga yang membuka warung serta rawan timbul kecelakaan lalu lintas.

“Selama ini terjadi sembilan kali kecelakaan. Selain itu, satu arah bukan mengurai kemacetan, tapi malah memindahkan ke tempat lain,” kata Sekretaris LPMK Kelurahan Penanggungan Sugianto.

Dampak blokade warga ini menimbulkan kemacetan parah di Jalan MT Haryono, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Veteran, Jalan Tlogomas, dan Jalan Sumbersari. Pengunjuk rasa juga mengusung keranda mayat bertuliskan “Korban Satu Arah”. Keranda tersebut diletakkan di jalan pintu gerbang masuk ke Universitas Brawijaya. Dalam aksinya, mereka membentangkan poster dan spanduk sambil berorasi memprotes kebijakan Wali Kota Malang.

Asisten Sekretariat Pemerintah Kota Malang Hadi Santoso menanggapi santai mundurnya perangkat RT, RW dan LPMK. Menurut dia, kemunduran mereka tidak mempengaruhi pelayanan publik di kelurahan karena akan dilakukan kerja sama lintas sektoral. “Pelayanan administrasi akan berjalan seperti semula,” katanya.

 

loading...

Wow! Ternyata 2.400 Penonton Dapat Ditampung Cinemaxx Palembang

Begini Respon Golkar Saat Jokowi-Prabowo Bertemu