HARIANACEH.co.id — Buat pecinta otomotif khususnya roda empat, supercar Bugatti Veyron mungkin sudah tak asing lagi. Banyak orang bermimpi memiliknya. Maklum Bugatti Veyron adalah mobil terkencang di dunia. Mobil bermesin 16 silinder 8.000cc ini mampu melesat hingga 431 kilometer per jam.

[-“K337YBrysMQsbwwv0sVhFJWiIhOOFTfr”]Namun ada fakta lain yang mungkin belum diketahui khalayak banyak. Ya, mobil yang dirakit di markas Bugatti, Molsheim, Perancis, kini bisa diproduksi di Indonesia.

 

 

Eko Lukistyanto.(suaramerdeka.com)

Adalah Eko Lukistyanto, pria asal Jawa Tengah yang menjadi ‘otak’ pembuatan Bugatti Veyron. Namun, Veyron buatan lokal ini bahannya menggunakan limbah kayu jati.

Baca Juga:  Jerman Bakal Melarang Penggunaan Bahan Bakar Bensin dan Diesel
Bugatti.(oblogspot.com)

Meski begitu, ukurannya tetap sama dengan Veyron asli (perbandingan skala 1:1). Jadi bukan miniatur. Buggati Veyron lokal itu dikerjakan di bengkel Eko, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Bugatti.(otomotifnet.com)

Eko dan beberapa pegawainya membuat replika Veyron sangat detail sama dengan aslinya. Terdapat tuas yang bisa digerakkan. Penggunaan bahan kayu jati dipilih agar lebih awet.

Lantas berapa harganya? jika Bugatti Veyron aslinya dibanderol puluhan miliar, Veyron buatan Boyolali ini dihargai US$ 3.330 (Rp 40 juta). Eko mengaku mobil buatannnya ini sudah dipesan oleh seorang konsumen di Jerman.

Selain replika Veyron, Eko juga tengah mengerjakan replika Mercedes-Benz 300 SL dan Harley-Davidson. Karyanya ini sudah banyak diekspor ke pasar Amerika Serikat, Eropa dan negara Asia lainnya.

Baca Juga:  Di Barisan Fortuner, Toyota Kembali Tambah Varian Diesel

 

loading...