FOOD & TRAVEL

Testimoni: Why India?

HARIANACEH.co.id — Banyak yang bertanya kepada saya: Kenapa India?, Saya pun hanya menjawab: Kenapa tidak?

Ini bisa dimaklumi. Banyak orang berasumsi bahwa India adalah negara miskin yang padat. Gimana gak padat kalau penduduknya aja ada lebih dari 1 miliar. Tapi apakah India benar-benar negara miskin?  Gak bisa dibilang iya karena pada faktanya sekarang India adalah one of the  emerging economic powers in Asia selain China tentu saja dan India merupakan anggota G-20.

[-“wTCrEaAF3FXDzZOJGRJJ0O7WbfkdW7cc”]Namun, bisa jadi asumsi saya ini terbantahkan dengan pemandangan kumuh dan lusuh beberapa kota di India. Lagi-lagi saya tidak bisa memungkiri hal ini. Saya pun pada awal kedatangan di India menangkap India itu sebagai negara yang lusuh dan kumuh. Tetapi, bila Anda bertanya apakah kuliah di India itu worth itI will absolutely answer it by a big YES!

Why YES?

The books are soooooooo… cheap!

Kamu suka buku? Kamu hobi baca? India adalah tempat yang tepat buatmu. Indonesia, diakui atau tidak, memiliki minat baca yang rendah. Bahkan UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia pada tahun 2012 adalah 0,001 yang artinya dari 1000 orang indonesia hanya ada satu orang yang mempunyai minat baca. Bila dibadingkan dengan tetangga dekat Indonesia, Malaysia, minat baca orang Indonesia jauh lebih rendah. Ini berdampak juga dengan harga buku di Indonesia yang terbilang cukup mahal. Terlebih kalau dibandingkan India.

India bisa jadi merupakan surga buku. Textbooks di India sangatlah murah meski penerbitnya adalah penerbit-penerbit besar Amerika dan Inggris semacam Penguin dan Oxford. Bahkan tidak sedikit orang yang berkunjung ke India menyempatkan diri untuk hunting buku. Fenomena murahnya buku di India bahkan sempat disoroti oleh media The New York Times pada tahun 2006. Hal ini juga menyangkut kebijakan pemerintah India mengenai buku yang membuat buku di India murah dan mudah diakses.

Jadi bagi mahasiswa di India, terlebih mahasiswa asing, membeli buku menjadi keasyikan tersendiri. Murah dan tidak memberatkan. Setidaknya banyak buku-buku referensi pelbagai bidang bisa didapatkan dengan harga miring, harga mahasiswa. Kita bisa meningkatkan kualitas diri sebagai pelajar tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Hati senang, pikiran kenyang. Ya, kenyang ilmu!

India officially has the second largest population of English speakers

Oh really? Absolutely! Saya yakin kalian setidaknya tahu sekilas tentang India yang dahulu jadi jajahan Inggris Raya. Dengan sejarah panjang kolonialisme Inggris di India, banyak dampak yang dirasakan di Negeri Gandhi ini. Salah satunya adalah mengenai bahasa. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi kedua India. Selain digadang-gadang menjadi negara dengan penutur bahasa inggris terbanyak kedua di dunia setelah Amerika. Di India—dalam sistem pendidikan di India—bahasa Inggris dijadikan media pembelajaran.

Semuanya terjadi terkait sejarah. Pembelajaran menggunakan media bahasa Inggris getol diperkenalkan di India sejak tahun 1835 atas laporan Thomas Babington Macaulay berjudul Minute Upon India Education atau disebut juga dengan Macaulay’s Report. Di dalam laporan tersebut, Macaulay menyarankan bahwa untuk memajukan India butuh penetrasi bahasa Inggris pada sistem pedidikan India. Nah, dampaknya bisa kita rasakan sekarang. Media pembelajaran di India hampir semuanya dalam bahasa Inggris.

So, gak perlu takut gagap bahasa dalam perkuliahan di negeri Hindustan ini. Dan bagi yang berminat dengan sastra, khususnya kesusastraan dalam bahasa Inggris, India bisa jadi negara yang tepat terlebih tidak sedikit sastrawan India yang mendapat penghargaan internasional. Menarik bukan?!

Experiencing the prominent culture of India

Siapa sih yang tidak kenal India? Sari, Sarukh Khan, Kajol, Tarian, Film, Kurta, Festival, dan masih banyak lagi. Hal-hal seperti itu bisa jadi terlintas di benak seseorang ketika mendengar kata India. Hampir semua mengenal India. India adalah salah satu negeri yang terkenal akan keeksotisan negaranya dan kekayaan budayanya.

Tidak bisa dipungkiri, India merupakan salah satu negara yang sangat khas. Kekhasannya dapat dilihat secara langsung jika kamu berkuliah di India. Kamu bisa dengan mudah menemui perempuan memakai sari. Tak jarang juga lelaki memakai kurta. Mereka benar-benar menggunakan baju tradisional mereka dalam keseharian mereka pada era modern seperti hari ini. Bukan seperti kebaya yang hanya dipakai pada acara-acara tertentu.

Qutab Minar

Qutab Minar ( Reza Pahlevi)

Selain pakaian, India juga kaya bangunan tua yang masih dilestarikan. Kemegahan arsitekturnya pun bisa dirasakan secara langsung ketika kamu berkunjung ke Taj Mahal, Qutub Minar, Red Fort, dan masih banyak lagi. Dah bahkan di Art College, Osmania University—kampus tempat saya berkuliah—pun kamu bisa merasakan kemegahan arsitektur India.

Festival? India adalah surganya festival. Banyak sekali festival di India. Hampir setiap bulan ada festival. Baik bersifat nasional maupun lokal. Ada festival Diwali, Holi, Ganesh, Onam, dan banyak lagi lainnya. Feel it and you’ll love it!

Well, ini hanya sebagian alasan mengapa India layak menjadi negara tujuan pendidikan. Masih banyak hal lain yang mampu memimat kamu. Jadi, tertarikkah kamu kuliah di India?


Testimoni ini ditulis oleh Reza Pahlevi, Mahasiswa MA. Osmania University, Hyderabad – India.

TERPOPULER

Keatas