LAMPUNG, HARIANACEH.co.id — PT PLN Distribusi Lampung mendapat surat terbuka dari elemen masyarakat Lampung, setelah adanya pemadaman listrik total maupun bergilir di kawasan tersebut hingga Minggu (2/11/2014) pagi ini.

Surat terbuka untuk pimpinan PLN Lampung itu di Bandarlampung, berisikan sikap sejumlah elemen yang mengatasnamakan masyarakat Lampung atas kondisi pemadaman total dan pemadaman bergilir yang diterapkan PT PLN Lampung dalam beberapa hari terakhir.

[-“pH1qvw9zId3bKX2PoTmdCWO1xIdVzT0h”]Dalam surat itu, disebutkan sehubungan dengan padamnya listrik yang dinilai sudah melampaui batas sejak tanggal 29 oktober 2014 ini, telah membuat masyarakat di daerah itu mengalami kerugian yang sangat besar baik secara material maupun moril.

“Bagaimana bisa kalian berdalil dengan kalimat perbaikan, dan kata maaf tanpa memikirkan dampak dan akibat dari pemadaman ini kerugian yang begitu dahsyatnya dirasakan bagi masyarakat maupun pengusaha kecil yag harus menambah cost untuk energi lain,” kata Hermansyah, Kepala Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, yang mewakili elemen yang menyampaikan surat terbuka itu.

Baca Juga:  Canangkan Ketahanan Pangan, Pangdam IM Turun Ke Sawah

Para pihak itu mempertanyakan apakah di balik kata perbaikan yang dimaksud menunjukkan begitu rendah pelayanan PT PLN terhadap masyarakat.

“Apakah hal tersebut menunjukkan bahwa peralatan yang digunakan PT PLN jauh di bawah SOP, sehingga sering terjadi kerusakan,” ujarnya lagi.

Dia melanjurkan isi surat itu, “kalau demikian menjelaskan begitu banyak oknum pegawai PLN yang melakukan tindak pidana korupsi, bukan”.

Berbagai elemen masyarakat Lampung dan anggota Walhi Lampung (LBH Bandarlampung, Kawan Tani, Wanacala, KBH Lampung, PKBI Lampung, Yasadana, Matala, Mitra Bentala, Mapala Unila, Masapala AKL, Mapala Poltapala, Mapala Ardenaswari), sangat berharap agar PT PLN segera menghentikan pemadaman listrik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lampung.

Baca Juga:  Nama Tri Rismaharini Dicatut untuk Aksi Penipuan

Setelah beberapa hari lalu melakukan pemadaman bergilir antara 4–5 jam bagi pelanggan PT PLN di Lampung, pada Kamis hingga Jumat (30–31/10) terjadi pemadaman aliran listrik secara total di Lampung, dan hingga Minggu masih terjadi pemadaman.

PT PLN Distribusi Lampung menyatakan kondisi itu adalah akibat kerusakan pada pembangkit yang ada, yaitu PLTU Tarahan 3 dan 4 yang tidak dapat optimal beroperasi, sehingga terjadi defisit daya listrik bagi pelanggan di Lampung.

Saat kondisi itu belum normal, terjadi pula gangguan pada sistem transmisi jaringan interkoneksi listrik Sumbagsel ke Lampung, sehingga berakibat adanya pemadaman total.

Deputi Manager Humas PT PLN Lampung I Ketut Darpa menyatakan, pihaknya akan terus berupaya menormalkan kondisi gangguan listrik di Lampung itu, namun belum dapat dipastikan hingga kapan hal itu dapat dilakukan.

 

loading...