Oleh: Hidayat S [1]

Hidayat S
Hidayat S

HARIANACEH.co.id — Membahas dimana sebenarnya letak kilometer nol Indonesia. Semua orang Indonesia mengetahui bahwa kilometer nol Indonesia itu terletak di Pulo weh atau sangat dikenal dengan nama Sabang. Dalam banyak pernyataan para tokoh politik, tokoh adat, tokoh sejarah, bahkan terkadang yang sudah mendapatkan predikat tokoh Nasional pun menyatakan kalimat dari “Sabang sampai Maroke/Merauke.” Secara sengaja atau tidak, mereka semua telah melupakan sejarah bangsa dan modal tempat awal pijakan para pedagang India dan Arab, atau pijakan pertama para penjajah Indonesia (Hindia-Belanda).

[-“uayyOzmSLiqrrXidGZ16ONcOsBQzZBy3”]RI nol atau kilometer nol Indonesia menjadi titik awal kepulauan Indonesia yang berpenduduk di bawah kekuasaan Negara Republik Indonesia, menjadi perhatian banyak orang yg berasal dari berbagai daerah untuk dapat mengunjungi daerah tersebut. RI nol saat ini yaitu pulau Sabang, mendapatkan perhatian khusus dan spesial, baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. Pulau Sabang sendiri setiap tahunnya dikunjungi oleh ratusan ribu wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan nasional bahkan internasional. Semua merasa begitu bangga dan senang karena dapat berkunjung ke RI nol atau kilometer nol negara Republik Indonesia.

Wisata Sabang

Semua orang mengetahui bagaimana indahnya pemandangan alam pulau Sabang atau dengan nama lain Pulo Weh. Pasir putih dan pasir hitam merupakan dua warna pemandangan pantai Sabang yang sangat indah. Merasa sangat nyaman dan senang berada di pantai tersebut, baik di pantai pasir putih atau pasir hitam. Belum lagi saat anda berada di dasar lautnya. Anda akan melihat pemandangan yg sangat indah dan menyejukkan mata. Terumbu karang yang bebagai bentuk, ikan-ikan dari berbagai jenis, ditambah dengan jernihnya air laut disana, karena memang tempat tersebut dijaga dan dilindungi oleh pemerintah dan warga sekitar,  anda akan merasa bagai terbang di angkasa, walaupun itu adalah lautan, namun begitulah indahnya ibarat kata.

Baca Juga:  Bendera Versus Kesejahteraan Rakyat di Era Zikir

RI Nol Sebenarnya

Dari keindahan pulau Sabang yang sangat indah ini, siapa sangka, ternyata Kilometer Nol yang anda dan banyak orang kunjungi itu merupakan RI nol yang kedua? RI nol sebenarnya bukanlah pulo weh atau Sabang yang anda kunjungi dan anda ketahui selama ini. Anda terlalu mudah melupakan sejarah bangsa sendiri, terlalu mudah mendengarkan opini publik tanpa mencari tahu yang sebenarnya. RI nol atau Kilometer Nol Negara Republik Indonesia sebenarnya adalah Pulo Aceh, tepatnya di Desa Rinon, Kemukiman Pulo Breueh Utara, Kec. Pulo Aceh, Kab. Aceh Besar. Sedikit orang yang mengetahui hal ini. Desa Rinon itu sendiri di ambil dari bahasa Indonesia yaitu “RI NOL” yang kemudian warga Pulo Aceh menyebutnya RINON. Maksudnya adalah RI NOL atau Kilometer Nol Republik Indonesia.

Perpindahan Kilometer Nol Republil Indonesia dari Pulo Aceh ke Sabang ini bahkan telah membuat lupa warga Pulo Aceh sendiri pada arti dan maksud dari nama desa Rinon, yang ternyata merupakan arti RI Nol dengan maksud memberikan keterangan bahwa disitulah letak kilometer nol Negara RI. Perpindahan itu sudah dilakukan sejak lama, sehingga generasi dari Pulo Aceh tidak banyak yang mengetahuinya bahkan yang sudah berumur 45 tahun lebih. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya minat penulis atau sejarawan yang mau mengabadikan sejarah masa lalu Aceh, khususnya Pulo Aceh.

Seperti yang diberitakan oleh media SerambiNews Indinesia pada 27 Oktober lalu, bahwa banyaknya warga Pulo Aceh yang putus sekolah dan menikah di usia dini, sebenarnya menikah di usia dini itu terjadi sudah lama sebelum tahun 2000. Walaupun pada tahun 2000, sekolah SLTP atau SLTA sudah ada di Pulo Aceh namun nikah dini juga masih ada. Nikah dini yang saya maksud bukan pada usia 16 tahun ke bawah. Yang paling penting ingin saya sampaikan adalah, bahwa Kilometer nol RI sebenarnya terletak di Pulo Breueh Utara, Kec. Pulo Aceh. Bukan di Sabang seperti yang diketahui banyak orang. Jika orang-orang menganggap Kilometer nol ada di Sabang, maka sebenarnya anda telah melupakan dan tidak menganggap warga Pulo Aceh berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Pandangan Pemuda Terhadap Pembangunan Daerah

Wisata Pulo Aceh

Jika di bandingkan dengan wisata Sabang dan tempat-tempat lain di Aceh, khususnya di Aceh Besar, maka wisata Pulo Aceh tidak akan kalah menarik. Indahnya pesona alam Pulo Aceh, baik wisata alam gunung, pantai, laut dan yang sangat menariknya lagi adalah wisata alam bawah laut Pulo Aceh. Walaupun terumbu karangnya hancur berkeping diterjang deras dan besarnya Tsunami, ternyata wisata alam bawah laut Pulo Aceh masih terlihat sangat menarik dan masih menebarkan pesona keindahannya yang dapat membuat anda kaget. Ditambah lagi dengan lembutnya pasir putih yang ada, kejernihan air lautnya luar biasa karena memang Pulo Aceh berada di tengah laut Aceh yang berhadapan dan bertemu langsung dengan laut samudra Hindia.

Saran saya, jika anda punya waktu, maka berkunjunglah ke Pulo Aceh. Anda akan dapatkan salah satu peninggalan Penjajah Indonesia berupa menara suar. Naiklah ke atasnya lalu nikmatilah pemandangan laut Pulo Aceh. Anda tidak akan menyesal, karena selain mendapatkan fakta baru tentang Kilometer Nol NKRI, anda jika terhibur dengan pemandangan Pulo Aceh.


[1] Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, Jurusan Aqidah Dan Filsafat. Warga Pulo Aceh.

loading...