MALANG, HARIANACEH.co.id — Melati, bukan nama sebenarnya, 8 tahun, menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan kakeknya, M, 70 tahun. “Tersangka dua kali berbuat cabul,” kata juru bicara Kepolisian Resor Malang Kota, Ajun Komisaris Nunung Anggraeni, Rabu, 5 November 2014.

[-“BBstOLxa0YVhw2xbo9OC8q3kpOGC6ljP”]Awalnya Melati datang ke rumah M di Jalan Ikan Piranha, Kota Malang, untuk meminta jagung untuk pelajaran di sekolah. Namun, bocah yang masih duduk di kelas II sekolah dasar ini malah menerima pencabulan.

Si kakek mengaku tergoda oleh kondisi rumah yang sepi. Pencabulan terjadi Agustus dan Oktober lalu. “Tak sampai berhubungan intim, hanya menggesekkan ke organ vital,” kata tersangka yang kini dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara.

Baca Juga:  Bertemu Menteri Marwan, Dubes AS Tawarkan Kerjasama Teknologi Informasi Desa

Seusai peristiwa itu, korban menceritakan kepada orang tua. Lantas, orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke polisi, sekalipun tersangka masih memiliki hubungan kekerabatan.

 

loading...