CIREBON, HARIANACEH.co.id¬†—¬†Senior Eksekutif Elpiji PT Pertamina Region III Rayon 10 Wilayah Cirebon Herdi Suryaindrawan mengatakan hilangnya elpiji 3 kilogram di pasaran karena digunakan sejumlah industri, pabrik, peternakan ayam, hingga rumah makan. Padahal elpiji jenis ini hanya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta setiap bulan. “Memang pengunaan elpiji 3 kilo tidak tepat sasaran,” ujarnya, Rabu, 5 November 2014.

[-“4bal2ovlI1O6EWZ3K5UbzEPryn29D7Jf”]Herdi mengaku kesulitan menindak pelanggaran dalam kasus ini. Alasannya, tak ada payung hukum yang tegas soal penyalahgunaan elpiji 3 kilo terutama sanksinya. “Kalau kami menemukannya di lapangan, kami serahkan ke Disperindag setempat untuk menindaknya,” katanya. Padahal jika sudah ada payung hukum yang tegas, mereka bisa langsung memanggil polisi untuk menindaknya.

Baca Juga:  Ada Even "Doraemon 100 Secret Gadget Expo" dan Jangan Lewatkan

Ia mencontohkan sebuah pabrik kue semprong di kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Mereka berhasil menemukan jika pabrik tersebut setiap harinya menggunakan 125 tabung elpiji 3 kg untuk memproduksi kue-kue buatan mereka. “Jika dikalikan 25 hari kerja dalam sebulan mereka bisa menggunakan hingga lebih dari 3 ribu tabung elpiji bersubsidi,” kata Herdi.

Jika setiap bulannya satu rumah tangga membutuhkan 3 tabung elpiji, maka ada sekitar 1.000 rumah tangga tidak kebagian. “Itu baru satu pabrik. Ada lagi pabrik tahu yang juga kami temukan masih menggunakan elpiji 3 kilo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Cirebon Fauzi Hasan mengungkapkan tidak hanya pabrik makanan yang hingga kini masih menggunakan elpiji 3 kilo. “Tapi juga peternakan ayam,” katanya. Mereka menemukan peternakan ayam mulai dari Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu. Dalam sehari satu peternakan ayam besar bisa membutuhkan hingga 20 tabung elpiji 3 kilo.

Baca Juga:  Kartu Kredit Bakal Diberi Pin Agar Lebih Aman Saat Digunakan

 

loading...