ACEH

Gubernur Tidak Berpihak Pada Rakyat, Polisi Masih Menjadi Preman

BANDA ACEH, HARIANACEH.co.id — Dr. Zaini Abdullah yang akrab dipanggil Doto Zaini selaku Gubernur Aceh seharusnya dapat lebih bijak dan cerdas dalam memberikan dukungan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika harga BBM naik maka secara otomatis dapat memicu naiknya harga sejumlah barang dan kebutuhan pokok. Dari sektor ekonomi akan berdampak pada turunnya daya beli masyarakat dan yang akan menjadi korban adalah golongan masyarakat miskin.

[-“DCXpSI9KeTZf8Ev2BkaxZLFQTvDWBIoq”]Kenaikan harga BBM juga akan berdampak pada kondisi sosial masyarakat karena anggapan bahwa pemerintah hanya mementingkan golongan kaya yang hanya mencari keuntungan dan juga dapat meningkatkan angka kemiskinan bahkan kriminalitas hanya karena masyarakat tidak sanggup membeli kebutuhan pokok dan menjadikan tindakan yang dilarang sebagai jalan pintas untuk mempertahankan hidupnya.

 

Banyak alternatif lain yang bisa digunakan selain menaikkan harga BBM seperti meningkatkan pendapatan pajak, melakukan penghematan anggaran, dll. Hal-hal tersebut harusnya dilakukan oleh Doto Zaini selaku Gubernur Aceh bukan malah asal dukung saja. Dukungan Doto Zaini terhadap rencana kenaikan BBM tersebut mencerminkan sikap penguasa yang berpihak kepada kepentingan politik semata bukan kepada kepentingan masyarakatnya. Sikap mendukung atas kebijakan tersebut sama saja dengan membunuh masyarakat dengan perlahan.

Di sisi lain, kepolisian masih juga menunjukkan sikap arogansi kepada masyarakat. Aksi main dobrak rumah warga ketika melakukan pencarian terhadap  buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO), seperti Gambit, Ta’uen, Din Minimi, dan Raja Rimba Cs di wilayah Idi, Aceh Timur menyebabkan trauma dikalangan masyarakat.

Komite Pemuda Koetaradja (KPK) kembali mengingatkan kepada pihak kepolisian untuk bersikap lebih persuasif dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Polisi lah yang seharusnya menjamin adanya keamanan bukan malah menjadi preman yang menghilangkan jaminan keamanan di masyarakat. Sudah menjadi tugas kepolisian untuk memelihara keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat. Peristiwa yang terjadi di Idi merupakan cermin dari bobroknya perspektif kepolisian kita terhadap tugasnya yang mejadikan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kepolisian.

Sikap penguasa yang selalu saja mengedepankan kepentingan politik yang berpihak pada golongan tertentu dan tindakan arogansi pihak kepolisian yang seharusnya menjamin adanya keamanan dan kenyamanan di masyarakat menjadikan masyarakat semakin pesimis atas kesejahteraan dan jaminan atas kehidupan. Jika hal tersebut terus terjadi maka siapa lagi yang bisa diharapkan oleh masyarakat?

 

TERPOPULER

Keatas