MALANG, HARIANACEH.co.id — Pemerintah Kota Malang mendirikan posko pelayanan kesehatan untuk mencegah penyakit ebola. Posko didirikan di Puskesmas dengan melibatkan sejumlah tenaga teknis, paramedis, dan peralatan yang memadai. Petugas medis memeriksa warga yang pulang dari luar negeri. “Jemaah haji, Tenaga Kerja Indonesia dan turis mancanegara harus dipastikan bebas ebola,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi, Kamis 7 November 2014.

[-“0nMK80KFhwugbIt2ZhY6jqGMwGXJThsA”]Untuk itu, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata dan Kementerian Agama setempat. Petugas akan melakukan pemeriksaan jemput bola dengan langsung mendatangi orang yang baru pulang dari luar negeri.

Baca Juga:  Pengawas Densus Akan Segera Dibentuk Pansus RUU Terorisme

Sejauh ini di Malang tidak ditemukan pasien yang diduga tertular ebola. Meski begitu, masyarakat diharapkan proaktif melapor jika menemukan orang yang memiliki ciri-ciri terjangkit ebola. Petugas memeriksa dengan menggunakan alat pelindung untuk mencegah penularan.

Gejala penyakit ebola antara lain demam yang tidak diketahui penyebabnya, pasien mengalami nyeri otot hebat, dan terdapat gangguan pencernaan. Juga terjadi perdarahan.

Saat ini terdapat dua pasien di Madiun dan Kediri yang baru saja datang dari Liberia, salah satu negara terjangkit ebola. Keduanya mengalami demam dan sempat dirawat di ruang isolasi. Sampel darah mereka telah dikirim ke laboratorium Balitbangkes di Jakarta untuk diperiksa. Kemarin, Muchlis, terduga ebola di Madiun dinyatakan negatif ebola.

Baca Juga:  Ahok Akan Bubarkan FPI, Muchsin Alatas: Ahok Duluan yang akan Dilengserkan

Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit Menular Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Nusindarto menjelaskan jamaah haji telah diantisipasi dengan memberikan antibodi bagi jamaah haji sebelum berangkat berhaji. Mereka juga dipantau setelah kembali ke tanah air. “Kami bekerjasama secara lintas sektoral.”

 

loading...