SOFTWARE

Di Cina Aplikasi Kencan Gay Sangat Populer

HARIANACEH.co.id — Blued, sebuah aplikasi kencan online khusus untuk para homoseksual populer di Cina hanya dalam waktu singkat. Dua tahun sejak diluncurkan aplikasi itu sudah mendulang 15 juta pengguna, yang tiga juta di antaranya berasal dari luar negeri.

[-“WYdmp5nMH6x4UJmRyKPY6JAexR2nDyMN”]Tak hanya disukai komunitas gay, aplikasi itu juga menarik perhatian para pemodal. Bulan lalu Blue City, perusahaan pemilik aplikasi itu, menerima kucuran dana sebesar 30 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp368 miliar dari DCM Ventures, pemodal ventura di Silicon Valley, AS.

Dengan modal itu diharapkan Blued bisa berekspansi ke luar negeri, masuk ke bursa saham, dan akan mengembangkan aplikasi baru khusus untuk para lesbian.

Kisah tentang Blued memang menarik dan tidak terlepas dari latar belakang penciptanya, Ma Baoli, yang tidak kalah unik.

Ma adalah bekas deputi direktur polisi di Quinhuangdao, Cina. Ia mengundurkan diri pada Maret 2012 karena lebih memilih mengurus website khusus yang diciptakannya untuk komunitas gay.

Rekan-rekannya di kepolisian mengganggap Ma, yang juga seorang gay, sebagai orang abnormal. Tetapi dia kemudian berhasil membangun website dan belakangan Blued dengan menggandeng badan-badan pemerintah. Kepada pemerintah ia mengatakan bahwa layanannya justru bisa menjadi agen penyebar informasi tentang hubungan seksual yang sehat.

Berkat upayanya itu Ma pada 2012 diundang oleh Li Keqiang, yang kini menjadi Perdana Menteri Cina. Ia dinilai salah satu orang yang berhasil menekan penyebaran HIV di Cina.

Kini Blue City mempekerjakan 40 insinyur peranti lunak, desainer, dan pengacara.

“Saya ingin menggunakan kekuatan ekonomi memperjuangkan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT),” kata Ma.

“Dalam banyak cara, ekonomi bisa memacu perubahan kebijakan. Jadi, misalnya, saya menjalankan semua ini dengan sangat baik dan pengguna kami naik dari 15 juta di masa depan, jika kami bisa masuk bursa saham, saya bisa mengatakan kepada pemerintah: lihat, kami bisa membangun sebuah perusahaan gay dan kami tidak membuat masalah,” beber Ma.

 

TERPOPULER

To Top