,

Perempuan Pun Mulai Direkrut Jadi Teroris

HARIANACEH.co.id — Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris Brigjen Petrus Reinhard Golose mensinyalir teroris mulai merekrut perempuan untuk ikut dalam aksi teror di Indonesia.

[-“ZLVR68fSLStyGUQpvFvKzNHXTEWGrCgS”]”Sekarang, perempuan juga direkrut untuk jadi teroris,” katanya saat memberi pengarahan apel kesiapsiagaan di Markas Batalyon Marinir 10 Setokok Kota Batam Kepulauan Riau, Selasa, (2/12/2014).

Para perempuan yang direkrut itu kemudian ditempatkan di posisi strategis dalam perang yang dilakukan oleh organisasi teroris ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Meski enggan memberikan detil peran dalam perang, namun ia meyakini posisi perempuan dalam teror itu relatif penting.

“Untuk itu perlu kewaspadaan yang lebih lagi dalam memerangi teroris,” kata dia.

BNPT mensinyalir teroris merekrut beberapa Warga Negara Indonesia yang diberangkatkan ke luar negeri untuk aksi teror.

Karenanya, BNPT terus melakukan pengawasan di seluruh Indonesia agar tidak semakin banyak WNI yang ikut dalam jaringan teroris dalam dan luar negeri.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan pemerintah daerah turut membantu mencegah penyebaran teroris dengan mengurangi radikalisme di wilayahnya.

“Salah satu ikhtiar kami adalah membentuk Persaudaraan Lintas Agama. Lewat Pelita, kami meluruskan ajaran agama yang salah,” kata Soerya.

Menurut dia, langkah preventif harus didulukan dalam menanggulangi aksi terorisme. Caranya adalah dengan menanamkan ide-ide positif dan meminimalkan paham radikal.

loading...

Ingin Jadi Penjahat di Film James Bond, Stephen Hawking

Arahan Ical Buat Fraksi Golkar di DPR Ini Dia