HARIANACEH.co.id — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan sebanyak 64 terpidana mati asal Indonesia dan luar negeri akan segera dieksekusi. “Ada lima yang akan segera dieksekusi. Ini yang sudah ditolak grasinya dan berkekuatan hukum tetap sebagai terpidana mati,” kata Tedjo setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2014.

[-“GYtuImpVj3Hzu9b1oVXkzN5svbSIijvh”]Menurut Tedjo, lima terpidana mati ini akan dieksekusi Desember mendatang. Namun ia belum bisa memastikan kapan persisnya lima orang ini akan dieksekusi. “Menunggu surat dari Kejaksaan Agung disetujui Presiden,” ujarnya.

Ia enggan mengungkapkan nama lima terpidana mati yang segera dieksekusi. Begitu juga kasus yang menjerat setiap terpidana mati. Meski begitu, Tedjo memastikan keberadaan warga Indonesia di antara kelima nama itu. “Nanti Jaksa Agung yang akan menjelaskan nama dan siapa orangnya,” ucap Tedjo.

Baca Juga:  Pemilihan Staf Rumah Transisi Bermasalah, Jokowi Bantah Hal Itu

Menurut Tedjo, masalah terpidana mati ini sudah dilaporkan kepada Jokowi. Jokowi, kata Tedjo, menginstruksikan agar aparat melaksanakan proses hukum secara benar. “Hal-hal yang sudah in kracht atau sudah berkekuatan hukum tetap harus dilaksanakan,” ujar Tedjo. “Artinya, pemerintah memenuhi janji untuk tegas terhadap segala sesuatu yang terkait dengan masalah hukum.”

 

loading...