HARIANACEH.co.id — Korban minuman keras oplosan kembali berjatuhan. Kali ini tiga pemuda tewas setelah menenggak minuman keras di Jakarta Timur. 

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Kepolisian Resort Jakarta Timur, Komisaris Sri Bhayakari membenarkan adanya tiga korban tewas akibat menenggak minuman keras oplosan. Menurut dia, dua korban merupakan warga Kramat Jati, dan satu orang lainnya adalah warga Pasar Rebo.

[-“UoHbHlf7i6amcRz2eXRWvAJ1OOZsGNWD”]Info dari Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, kata Sri, pada Rabu, 3 Desember yang lalu pukul 3.30 WIB menerima tiga orang pasien yang keracunan akibat menenggak minuman keras. “Diketahui tiga orang tewas. Tapi masih diselidiki jumlah korban sebenarnya akibat miras oplosan tersebut,” kata Sri, Kamis, 4 Desember 2014, seperti dilansir laman Tempo.

Sri mengatakan polisi mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari warga melalui telepon pada Rabu, 3 Desember 2014. Setelah menerima laporan warga, polisi lalu mendatangi sebuah kios jamu yang terletak di daerah Kramat Jati. “Setelah sampai sana, kiosnya terlihat sudah diobrak-abrik massa. Pemilik kios sepertinya melarikan diri,” katanya.

Baca Juga:  Peretas Videotron Pornografi di Tangkap

Polisi, kata Sri, lalu menyita barang bukti berupa 16 jeriken kosong ukuran kecil dan sedang, 2 galon dan plastik kecil berisi cairan yang berbau alkohol. Menurut Sri, kasus saat ini ditangani sepenuhnya Kepolisian Sektor Pasar Rebo. “Dalam proses penyidikan,” katanya.

Untuk mengatasi peredaran minuman keras oplosan ini, kata Sri, polisi akan menggelar razia. “Operasi razia minuman keras akan kami lakukan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015,” katanya.

Dia melanjutkan, menjamurnya minuman keras oplosan akibat perizinan dagang yang seringkali disalahgunakan oleh pedagang dan produsen. Berdasarkan aturan yang ada, minuman keras dibagi ke dalam tiga golongan tergantung kadar alkoholnya. “Siapa pun yang menjual harus mengantongi izin. Kios jamu pinggir jalan biasanya tidak mendapatkan izin menjual miras seperti instansi,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta BNPB Untuk Subsidi Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Kasus serupa terjadi di Garut, Jawa Barat. Sekitar 10 nyawa melayang akibat menenggak minuman keras yang dioplos obat batuk ini.

 

loading...