JAKARTA, HARIANACEH.co.id — Gubernur DKI Jakarta versi Front Pembela Islam, Fahrurrozi Ishaq, menyatakan enggan memakai istilah “blusukan” untuk menyebut kegiatan bertemu dengan warga. “Itu istilahnya pejabat yang di sana,” kata Fahrurrozi di rumahnya, Jalan Masjid I Nomor 8, Rawa Bunga, Jakarta Timur, Kamis, 4 Desember 2014.

[-“GN9vpvcvRL33MyceYuW1uvSbCAaTD2s1”]Fahrurrozi enggan menuturkan pejabat yang dimaksud. Namun, istilah “blusukan” mulai populer sejak Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta. Joko Widodo saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia.

Menurut Fahrurrozi, dia ingin memakai istilah lain untuk menyebut kegiatan bertemu dengan warga itu. “Kami senang menyebut kegiatan itu ‘silaturahmi warga’,” ujarnya. Silaturahmi, kata dia, lebih merakyat karena tak terbatas oleh aturan dan protokoler.

Baca Juga:  Dua Penjudi Dihukum Cambuk di Gayo Lues

Fahrurrozi didaulat sebagai Gubernur DKI oleh FPI. Pendaulatan ini dilakukan FPI untuk memprotes pelantikan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI yang sah. Meski terkesan “main-main”, Fahrurrozi cukup serius menyambut “mandat” dari FPI itu. Misalnya saja, dia mengklaim memiliki program kerja seperti gubernur yang sah. Bahkan dia juga menjalankan kegiatan blusukan–yang dia sebut silaturahmi warga–ke sejumlah lokasi banjir.

 

loading...