,

Ribuan Pohon Kelapa Mati karena Wangwung Mengganas

Serbuan wangwung (Oryctes rhinoceros) telah merusak ribuan pohon kelapa di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah daerah berupaya
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

BOJONEGORO, HARIANACEH.co.id — Serbuan wangwung (Oryctes rhinoceros) telah merusak ribuan pohon kelapa di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah daerah berupaya menangkal serangan hewan jenis kumbang itu menggunakan jamur metarhizium.

[-“EJNnDPJwFt87RfY3xf1WTq317HTD3cKP”]Serangan wangwung mengganas sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro, sekitar 30 ribu pohon kelapa rusak dimangsa hama tersebut. Adapun 60 ribu pohon sisanya juga terancam rusak. 

Hewan sebesar ibu jari kaki itu menyasar bakal tunas di tengah batang pohon kelapa. Wangwung memang dikenal rakus terhadap bakal tunas kelapa. Serangan pada bakal tunas itu membuat pohon kelapa perlahan-lahan mati.

Menurut Kepala Bidang Usaha Perkebunan Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro Khoirul Insan, seranganwangwung sulit dikendalikan. Ribuan pohon kelapa telah mati sehingga perlu peremajaan lagi. “Jika tidak ada peremajaan, lama-lama pohon kelapa di Bojonegoro habis,” ujar Khoirul, Kamis, 4 Desember 2014. 

Untuk meremajakan pohon ini, pihaknya telah membagi-bagikan 106.400 bibit kepada masyarakat. Bibit kelapa jenis lokal tersebut diberikan cuma-cuma kepada warga 28 desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Kapas, Purwosari, Malo, Ngasem, Sekar, Ngraho, Margomulyo, Kapas, Balen, dan Kasiman.

Dinas juga membagi-bagikan 120 kilogram jamur metarhiziumkepada warga pemilik kebun kelapa. Jamur ini disebar ke area yang dijadikan tempat berkembang biak wangwung, seperti tempat sampah, kotoran ternak, dan air tanaman padi. 

Ahli proteksi benih, Nono Hari Budianto, menuturkan wangwung cepat sekali berkembang biak. Seekor wangwung betina, kata dia, bisa bertelur sebanyak 100-150 bakal larva. Untuk mencapai dewasa, bakal larva butuh waktu sekitar delapan bulan. “Berkembang biaknya di sekitar tanaman dan kotoran hewan,” ujar dosen Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Ayo Beri Poin!

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

loading...