GAYA HIDUP

Ternyata Kepo Ada Manfaatnnya Juga Loh

HARIANACEH.co.id — KEPO berasal dari bahasa Hokkien “kaypoh” yang berarti selalu merasa ingin tahu dan penasaran. Ada pula yang menyebutnya sebagai singkatan dari “Knowing Every Particular Object” alias mengetahui segala hal secara spesifik.

[-“tK8r8JkgognGgpni3gVyXf5sMFjnefxF”]Banyak orang menilai kepo sebagai sifat yang amat mengganggu dan membuat risih. Namun, tahukah Anda, beberapa pakar kesehatan dan psikologis justru menemukan manfaat besar dari besarnya rasa penasaran dan selalu ingin mengetahui hal-hal baru.

1. Melindungi otak

Anda mungkin pernah mendengar bahwa mengisi teka-teki silang dapat mencegah timbulnya penyakit Alzheimer. Hal ini disebabkan karena mengisi teka-teki silang dapat memunculkan rasa penasaran untuk menemukan jawaban yang tepat. Begitu juga dengan selalu ingin mengulik hal-hal tertentu, pakar kesehatan menyebutnya mampu menstimulasi otak agar tetap kuat.

“Menjaga agar otak tetap distimulasi secara mental merupakan investasi jangka panjang,” ujar David Knopman, professor neurologi dari Mayo Clinic Rochester, Minnesota, AS, seperti dilansir Bloomberg.

“Jika seseorang dapat terus aktif dan terstimulasi secara intelektual, ia akan terlindung dari dementia di usia lanjut. Menjaga agar mental tetap aktif sangat baik bagi kesehatan otak Anda,” sambungnya.

2. Semakin mesra dengan pasangan

Rasa penasaran terhadap orang-orang di sekitar dapat membuat kehidupan sosial semakin kaya. Cobalah untuk terlihat lebih antusias dan penasaran dengan apa yang dibicarakan pasangan agar si dia dapat merasa lebih nyaman berbincang dengan Anda. Menunjukkan rasa penasaran dapat menimbulkan kesan Anda sangat memperhatikan apa yang ia bicarakan.

“Orang-orang dengan rasa ingin tahu yang tinggi seringkali dipandang sebagai pendengar yang baik dan senang ngobrol,” ungkap Ben Dean, Ph.D, dari University of Pennsylvania, AS, seperti dikutip dari Huffington Post.

“Di tahap awal hubungan, kita cenderung senang membicarakan hobi dan minat masing-masing. Orang-orang yang selalu menunjukkan rasa ingin tahu cenderung membawa keceriaan dalam suatu hubungan”.

3. Menghilangkan rasa gelisah

Sebuah penelitian di tahun 2009 oleh psikolog Todd Kashdan mengungkapkan, orang-orang yang mengalami gejala social anxious (gelisah saat berada di tempat umum) dengan rasa penasaran yang tinggi, cenderung lebih mudah terhindar dari konflik.

Riset yang dimuat dalam Journal of Anxiety Disorders ini menyimpulkan, ada baiknya agar mencari tahu lebih dulu latar belakang lingkungan yang akan dikunjungi atau orang-orang yang akan ditemui. Hal ini berlaku pula bagi orang-orang yang akan kopi darat dengan pasangan kencan yang belum pernah ditemui sebelumnya. Luangkan waktu untuk mengulik akun sosial media milik si dia, agar Anda memiliki informasi mengenai latar belakangnya.

4. Mempermudah waktu belajar

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Neuron mengungkapkan, manusia lebih mudah memproses informasi dalam otak saat mempelajari hal-hal yang tidak menarik di waktu rasa penasaran sedang memuncak. Kesimpulan ini diambil dari percobaan sederhana dimana seorang mahasiswa diperbolehkan untuk menonton acara televisi favoritnya selama 10 menit di sela-sela jam belajar.

Selain merehatkan pikiran, rupanya cara ini mampu memompa rasa penasaran dan menstimulasi otak lebih besar, walau sebenarnya informasi yang masuk tidak membuatnya tertarik sama sekali. Eksperimen ini menunjukkan hasil, yakni partisipan riset lebih rajin belajar setelah menonton televisi di waktu yang singkat.

5. Lebih bahagia

Mengapa anak-anak terlihat lebih bahagia ketimbang orang dewasa? Jawabannya ialah anak-anak lebih mudah penasaran dan selalu ingin mengulik hal-hal yang tidak diketahuinya.

Dalam buku terbarunya, “Curious?: Discover the Missing Ingredient to A Fulfilling Life“, psikolog Todd Kashdan memaparkan, saat kita merasa penasaran, kita rela meninggalkan rutinitas dan mengambil resiko, walau nantinya akan timbul rasa gelisah dan tidak nyaman.

“Para penjelajah yang selalu merasa penasaran merasa nyaman dengan resiko yang dihadapinya saat mencoba tantangan baru. Alih-alih ngotot untuk menguasai dunianya sendiri, seorang penjelajah akan memandang hidup sebagai misteri yang diungkap, dipelajari, dan dikembangkan,” papar Todd.

 

TERPOPULER

Keatas