HARIANACEH.co.id — Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Farouk Muhammad mengapresiasi langkah pemerintah melalui Basarnas beserta pihak-pihak yang mendukung keberhasilan menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi atas kerja keras tim Basarnas, TNI, Polri dan berbagai pihak yang telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia kurang 48 jam. Tentu usaha baik ini harus terus didukung dalam proses evakuasi, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk fokus melakukan pencarian maupun identifikasi korban,” kata Farouk seperti yang dilansir dari laman suara, Kamis (1/1/2015).

Baca Juga:  Di RS Bhayangkara, Temuan Benda Diduga Bom Jadi Tontonan

Pimpinan DPD RI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah kecelakaan pesawat AirAsia rute Surabaya – Singapura dan turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa, dan berdoa semoga pihak keluarga diberikan ketabahan serta kesabaran menghadapi situasi ini.

Selain itu, pimpinan DPD RI meminta Pemerintah agar proses evakuasi harus tuntas dan maksimal, baik keberadaan awak penumpang maupun fisik pesawat.

“Kami meminta Pemerintah agar proses evakuasi harus tuntas dan maksimal,” ujarnya, seraya berharap Pemerintah segera menemukan ‘black box’ atau kotak hitam pesawat AirAsia agar menjadi salah satu sumber analisis penyebab kecelakaan tersebut.

“Ada banyak hikmah dan pembelajaran berharga dari kecelakaan ini, diantaranya perlu pengelolaan industri jasa penerbangan yang semakin baik dengan berorientasi pada keselamatan penumpang dan peningkatan kemampuan teknis operasional penyelamatan bencana,” kata Farouk.

Baca Juga:  Infeksi Paru- Paru Sebabkan Seniman Edhi Sunarso Meninggal Dunia

Senator asal Nusa Tenggara Barat ini mengingatkan bahwa kejadian kecelakaan pesawat komersial sepanjang tahun 2014 cukup banyak. Sebagai pelajaran berharga, sebaiknya Pemerintah, pengusaha industri penerbangan, dan otoritas jasa melakukan evaluasi yang menyeluruh dan berkala terhadap seluruh mekanisme operasional industri penerbangan nasional saat ini, terutama kemampuan deteksi cuaca buruk yang meminimalisir kecelakaan.

 

loading...