HARIANACEH.co.id —┬áIslam adalah agama yang cinta damai, namun atas ulah dari sebagian kecil orang-orang yang ‘anti’ terhadap toleransi membuat citra Islam menjadi buruk di mata dunia. Selain itu, banyak juga tuduhan-tuduhan terorisme yang di layangkan kepada Islam hingga munculah istilah ‘Islamphobia‘.

Islamfobia adalah sebuah istilah yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Sebenarnya istilah tersebut sudah ada sejak tahun 80-an, namun setelah serangan 9/11 istilah tersebut menjadi semakin populer di Amerika, Eropa dan di beberapa negara lainnya.

Kendati demikian, umat Islam tidak boleh ikut-ikutan membenci dan menghina agama lain, apalagi menghina sembahan-sembahan (Tuhan) mereka. Karena Allah sendiri yang menurunkan perintah ini:

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” [QS. Al-An’am ayat 108]

Baca Juga:  Wahai Wanita, inilah 4 Nasehat Syekh Muhammad Quthb

Dari ayat di atas, kita bisa mengetahui mengapa saling hina antar agama itu terus-menerus ada hingga sekarang. Wajar jika Islam sering diusik oleh orang lain, karena itu terjadi karna ulah umat Islam itu sediri.

Orang-orang Islam sering sekali menganggap dirinya paling suci, sehingga merendahka agama lain. Padahal Allah sangat melarang manusia untuk menganggap dirinya paling suci, paling benar dan sebagainya.

“(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [QS. An-Najm ayat 32]

Dari ayat di atas, sudah jelas jika Allah sangat melarang kita untuk menganggap bahwa diri kita yang paling suci. Saat ini, banyak sekali orang-orang yang menganggap dirinya paling suci dan benar.

Baca Juga:  Hari Kamis, Para Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang

Mereka berlaku SARA, dan enggan menerima perbedaan, bahkan tidak jarang mereka menghina dan merendahkan agama dan kepercayaan orang lain. Jadi, marilah kita membuang penyakit dengki yang ada di dalam diri kita.

Jangan juga kita menghina dan merendahkan atau berprasangka buruk terhadap mereka yang berbeda agama dengan kita, karena kita sering menjumpai orang-orang yang mengkait-kaitkan perbuatan baik orang lain (yang beda agama) dengan pemurtadan. Sedangkan, kita sendiri tidak mau membantu sesama kita jika mereka dalam kesusahan.

Dan lagi, Allah juga memerintahkan Rasulullah dan kita semua untuk melindungi orang kafir yang meminta perlindungan kita. Dalam firman-Nya, Allah berfirman:

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” [QS. At-Taubah ayat 9]

Jadi, marilah kita hilangkan sifat dengki dan saling membenci tersebut. Karena Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk tidak saling menghina dan membenci.

loading...