HARIANACEH.co.id — Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan evakuasi korban dan obyek pesawat AirAsia QZ8501 akan terganggu karena gelombang air laut tinggi hingga 4 Januari 2015.

“Tim gabungan akan berhadapan dengan kendala utama cuaca yang mengganggu proses evakuasi sampai 4 Januari. Tinggi gelombang ada di kisaran 3-4 meter,” kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis (1/1/2015).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan gelombang tinggi masih dan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan di sekitar area operasi evakuasi korban dan objek pesawat AirAsia QZ 8501.

Tim SAR gabungan mengerahkan armada udara sembilan pesawat terdiri dari empat helikopter dan lima pesawat fix wing.

Evakuasi pada hari ini menemukan obyek nonjenazah, yaitu dua tas hitam dan satu koper abu-abu.

Baca Juga:  YLKI: Insiden Tabrakan Adalah Keteledoran Serius Batik Air

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (28/12/2014) pagi, pesawat AirAsia lost contact dengan menara pengawas. Pesawat jenis Airbus A320  dengan rute Surabaya- Singapura mengalami lost contact pada pukul 06.17 WIB di sekitar Pulau Belitung pada titik koordinat 03°22’15”S – 109°41’28.” Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 bertolak dari Surabaya sekitar pukul 05.35 WIB dan seharusnya tiba di Bandara Changi Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Adapun jumlah orang yang berada di dalam pesawat tersebut sebanyak 162 orang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak pesawat. Belakangan diketahui, pesawat tersebut jatuh di laut.

loading...