Muhammad Rizki Sitompul

Oleh: Muhammad Rizki Sitompul [1]

HARIANACEH.co.id — Bagi pecandu atau penggemar kopi mengangap kalau kopi adalah teman yang tidak bisa terpisahkan oleh para pecinta kopi. dikarenakan penggila kopi mengangap kopi sebagai pelengkap hidupnya dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Para pecinta kopi menyukai kopi dikarenakan kopi memiliki rasa yang sangat khas tersendiri yaitu pahit dan manis.

Sejarah mencatat bahwa kopi  ditemukan di Negara Ethiopia benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu Dimana seorang pengembala yang bernama Khalid seorang Abyssinia  menemukan kopi disaat pengembala melakukan kegiatan sehari-harinya. Dan beberapa ratus tahun kemudian kopi dibawa melewati laut merah dan tiba di daratan arab. Bangsa Arab menyebut kopi sebagai Qahwa yang berarti kekuatan.

Di Arab kopi digunakan oleh umat Muslim sebagai minuman penambah energi saat melakukan ibadah dimalam hari. Akan tetapi kopi tidak memungkinkan untuk dibudidayakan di Negara Arab sehingga pada tahun 1600 seorang penziarah India bernama Baba Budan membawa kopi keluar dari wilayah Arab. Di Eropa kopi pertama kali masuk pada tahun 1615 oleh Vanesia, ia mendapatkan pasokan kopi dari orang Turki. Akan tetapi dengan pasokan yang tidak mencukupi pasar maka bangsa eropa memulai untuk membudidayakan kopi. Negara belanda merupakan Negara  yang pertama kali berhasil membudidayakan kopi pada tahun 1616. Dan kopi masuk di Indonesia pada saat belanda melakukan dikultivasi secara besar-besaran ke Indonesia.

Baca Juga:  Yakin Musik Klasik Bisa Membuat Anak Cerdas?

Berbicara tentang kopi, tidak akan lepas kaitannya dengan suatu daerah di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya penggila kopi. Daerah tersebut ialah Aceh. Aceh merupakan provinsi paling barat Indonesia yang memiliki masyarakat pecinta kopi terbanyak.

Di aceh kopi merupakan hal yang popular dan sangat banyak peminatnya dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak menyukai kopi. Kopi yang di sukai masyarakat aceh ialah kopi hitam. Kopi hitam merupakan hasil ektraksi langsung dari perubusan biji kopi yang disajikan tampa penambahan perisa apapun. Sehingga tidak terpungkiri dengan banyaknya peminat kopi di aceh telah terdapat sangat banyak kedai-kedai kopi yang berada di aceh. Di setiap persimpangan atau di pinggiran jalan pasti akan terdapat kedai kopi di kedai kopi  aceh juga tersedia bermacam minuman yang lain sesuai keinginan pelanggan.

Setiap hari akan selalu ada pelanggan yang berada di kedai kopi, dari pagi hingga malam  akan ada pelanggan yang berada di kedai kopi. Apalagi pada saat adanya liga bola yang bergengsi maka kedai kopi akan membludak pelanngannya untuk menyaksikan pertandingan dan menikmati segelas kopi hitam. Harga kopi di aceh pun sangat pas untuk segala kalangan, dengan bermodalkan Rp. 2000 pecinta kopi bisa langsung menikmati kopi hitam khas aceh.

Baca Juga:  Siapakah Sesungguhnya Wahabi itu?

Cara pembuatan kopi aceh pun tidak biasa, dengan 2 buah gayung besar dan sebuah penyaring kopi yang besar dengan melakukan gerakan silang antara kedua gayung dari atas ke bawah untuk mendapatkan hasil rasa yang maksimal. Dengan banyaknya peminat kopi yang berada di aceh maka tidak mengherankan lagi telah terdapat pembudidayaan kopi yang berada di daerah aceh tenggra. adapun kopi yang di budidayakan di daerah aceh tenggara ada dua yaitu kopi arabika dan robusta atau sebutan masyrakat aceh dengan kopi gayo.

Kopi arabika merupakan kopi tipe tradisonal dengan cita rasa yang terbaik. Kopi arabika hanya tumbuh di Negara-neggara beriklim tropis dan subtropics. sedangkan kopi robusta adalah kopi kelas 2 dengan memiliki rasa yang lebih pahit, sedikit asam dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. dengan telah ada nya pembudidayaan kopi dan juga telah banyaknya kedai kopi yang ada di aceh maka tidak dipungkiri lagi bahwa rakyat aceh memiliki kegillaan terhadap minuman yang berwarna hitam yaitu kopi.


[1] Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, saat ini aktif di KSM Creative Minority.

loading...