HARIANACEH.co.id — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan, selama ini maskapai maskapai AirAsia tidak pernah mengambil laporan cuaca yang merupakan prosedur wajib dalam regulasi penerbangan baik nasional maupun internasional.

Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG Juanda Bambang Setiadji mengatakan, selama ini pihak AirAsia hanya menggunakan pihak ketiga dalam mengambil laporan cuaca.

“Dalam data yang dimiliki petugas BMKG, ternyata tidak ada nama petugas dari AirAsia,” ujar Bambang, saat dihubungi seperti dilansir laman suara, Kamis (1/1/2015).

Bambang menjelaskan, laporan cuaca merupakan informasi wajib yang harus diketahui maskapai penerbangan, terutama pilot. Apalagi hal itu sudah diatur oleh Kementrian Perhubungan dan regulasi internasional.

Baca Juga:  KPK Kembali Buka Lowongan Kerja untuk 400 Orang

Seperti diketahui, di kalangan media massa beredar informasi soal AirAsia QZ8501 yang tidak membawa laporan cuaca. Informasi yang diperkirakan berasal dari Kepala BMKG Andi E Sakya ini bertanggal 31 Desember 2014.

Dokumen terbatas itu isinya meminta arahan Kementrian Perhubungan terkait dengan beberapa temuan. Salah satunya adalah soal AirAsia QZ8501 yang tidak mengambil laporan cuaca pada penerbangan Surabaya – Singapura, Minggu (28/12/2014) lalu.

 

loading...