HARIANACEH.co.id — Mercedes tampil begitu dominan di musim Formula 1 2014 lalu. Atas capaian Mercedes ini, Red Bull-Renault mengakui ketertinggalannya dan kini berupaya mengejar performa sang rival.

Mercedes menyapu bersih seluruh gelar musim lalu. Dua pebalapnya finis pada posisi satu-dua di klasemen akhir, Lewis Hamilton merengkuh gelar juara dunia sementara Nico Rosberg jadi runner-up.

Tak cuma di klasemen pebalap, Mercedes juga berjaya di klasemen konstruktor dengan meraih tempat teratas. Sementara trofi untuk pole position terbanyak diamankan oleh Rosberg.

Dominasi Mercedes juga tampak dari jumlah seri yang mereka menangi. Total 16 dari 19 balapan dimenangi antara Hamilton atau Rosberg.

Baca Juga:  Spanyol tanpa Ramos Pada Kualifikasi Piala Eropa 2016

Keberhasilan Mercedes ini menghentikan dominasi Red Bull, yang sebelumnya merangkai empat gelar juara dunia secara beruntun bersama Sebastian Vettel.

Red Bull sendiri tampil cukup mengecewakan sebagai juara bertahan. Hanya tiga balapan yang berhasil dimenangi lewat Daniel Ricciardo, sementara Vettel cuma empat kali naik podium dengan capaian terbaik posisi dua di Singapura –tiga lainnya finis ketiga.

Kepala tim Red Bull Christian Horner mengakui musim lalu Mercedes tampil di luar dugaannya. Dia mengakui Mercedes lebih unggul dalam pengembangan mesin V6 1,6 liter hybrid yang mulai digunakan pada kampanye kemarin.

“Saya rasa perbedaan dengan Mercedes jauh lebih besar dari yang kami sebelumnya perkirakan akan muncul. Kami memang takut akan ada sebuah defisit, tapi tidak mendekati skala yang kami telah lihat,” kata Horner dikutip Autosport.

“Saya pikir pertama kali perlu menyelamati Mercedes, yang telah melakukan sebuah pekerjaan menakjubkan dengan unit tenaga mereka,” tambahnya.

Baca Juga:  Andrea Ranocchia Akui Sangat Terkesan Dengan Geoffrey Kondogbia

Bagaimanapun, Horner menilai seiring musim lalu berjalan timnya mulai menyingkirkan sejumlah masalah seperti ketahanan mesin. Kini fokus dalam menatap musim baru adalah meningkatkan performa dan mengejar ketertinggalan dari Mercedes.

“Saya rasa kami sebelumnya yang terburuk di berbagai situasi dengan Renault, di mana kami tidak kompetitif dengan sebuah mesin yang tidak reliabel. Tapi kredit untuk mereka yang telah menyelesaikan masalah reliabilitas dari mesin,” sambung Horner.

“Sekarang adalah ketertinggalan performa yang perlu benar-benar kami fokuskan,” demikian dia.

loading...