HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jerman Dukung 30 Persen Warganya Lakukan Demontrasi Anti Islam

4

HARIANACEH.co.id — HAMPIR 30 persen warga Jerman yang disurvei oleh majalah Stern mengatakan mereka meyakini bahwa demonstrasi anti-Islam yang diselenggarakan oleh kelompok sayap kanan PEGIDA dapat dibenarkan, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan untuk Stern oleh Forsa Institute dan dipublikasikan secara online pada hari Kamis kemarin (1/1/2015), 29 persen warga Jerman mengatakan bahwa Islam memiliki pengaruh yang besar pada kehidupan sehari-hari warga Jerman. Dan demonstrasi anti-Islam baru-baru ini seperti yang diselenggarakan oleh Patriotik Eropa Terhadap Islamisasi Barat, atau PEGIDA bisa dibenarkan.

Sebanyak 13 persen dari mereka yang disurvei juga menyatakan kesediaan untuk bergabung dengan aksi protes jika aksi tersebut diselenggarakan di kota-kota mereka.

Jerman telah menyaksikan peningkatan perasaan curiga dan negatif terhadap Muslim dalam beberapa bulan terakhir pihak dan kelompok sayap kanan berusaha mendapatkan keuntungan dari rasa takut yang berkembang terhadap Islam dan Muslim akibat dipengaruhi oleh laporan pembunuhan dan kekejaman yang dilakukan oleh kelompok ISIS di Timur Tengah.

Baru-baru ini kelompok alternatif sayap kanan Jerman atau AFD, telah menjadi partai politik besar pertama yang mengekspresikan simpati dengan pengunjuk rasa yang bergabung dengan demonstrasi PEGIDA yang dimulai di Dresden pada bulan Oktober lalu.

Direktur Forsa Institute Manfred Guellner mengatakan bahwa pendukung AFD telah menjadi kelompok utama yang mendukung PEGIDA dan gerakan anti-Islam serupa.

Dia mengatakan 71 persen pendukung AFD mengatakan mereka meyakini aksi protes anti-Islam bisa dibenarkan.

“Hasil ini sekali lagi menegaskan bahwa pendukung AFD bukan mewakili arus utama masyarakat, tetapi kelompok pinggiran dengan kecenderungan xenofobia yang jelas,”ujarnya.

AFD gagal melewati ambang batas lima persen dalam pemilihan pada 2013, namun jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mereka telah meningkatkan dukungannya menjadi lima persen dan kemungkinan akan memasuki parlemen saat pemilu berikutnya yang diadakan pada tahun 2017.

 

loading...