HARIANACEH.co.id — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor, Jawa Barat, menambah pasokan Pertamax seiring dengan turunnya harga bahan bakar nonsubsidi tersebut.

“Sejak harga Premium naik dua bulan lalu, banyak konsumen beralih ke Pertamax, sekarang harganya turun lagi, jadi pasti pembelian ikut bertambah,” kata Irawan, Pengelola SPBU 34-16710 PT Virgo Petrus di Jalan Raya Ciawi-Gadog, Jumat, (2/1/2015).

Ia mengatakan, pembelian Pertamax meningkat sejak harga Premium naik November 2014 lalu. Penjualan Pertamax meningkat dari 1 ton per hari menjadi 3 sampai 4 ton setiap harinya.

Menurut dia, agar penjualan Pertamax mencukupi, pihaknya akan menambah jumlah pasokan dari 18 kilo liter menjadi 20 kilo liter, atau sejumlah pasokan Premium yang ada di SPBU.

Baca Juga:  Kemungkinan Besar Malaysia Airlines Akan Berganti Nama

“Hari ini harga Pertamax turun lagi dari Rp9.600 per liter menjadi Rp8.800 per liter,” katanya.

Ia mengatakan, harga jual Pertamax dan Premium saat ini tidak jauh berbeda setelah pemerintah menurunkan harga per 1 Januari 2015.

Harga Premium dari Rp8.500 turun menjadi Rp7.600 per liter, solar dari Rp7.500 menjadi Rp7.250 per liter, Pertamax dari Rp9.950 per liter menjadi Rp9.600 per liter dan Pertamax Plus dari Rp11.100 menjadi Rp10.750 per liter.

“Pertamax itu BBM non subsidi, jika penjualannya meningkat tentu lebih bagus, karena pemerintah tidak perlu mensubsidi,” katannya.

Irawan menambahkan, pihaknya hanya akan menambah pasokan Pertamax, sedangkan Premium tidak ada penambahan tetap sebanyak 20 ton atau kilo liter, begitu juga dengan Solar hanya 5 kilo liter.

Baca Juga:  Rupanya Ternak Ikan Mewah Terbesar di Dunia Ada di Negara Muslim Ini

Turunnya harga jual Pertamax disambut baik sejumlah masyarakat selaku konsumen. Menurut mereka, kualitas Pertamax lebih bagus dari Premium sehingga dengan harga terjangkau mereka bisa mendapat bahan bakar terbaik.

Rafik sudah dua bulan terakhir menggunakan bahan bakar Pertamax. Dengan turunnya harga Pertamax ia bisa lebih berhemat untuk biaya transportasi.

“Biasanya beli 25.000 sekali pengisian, tidak sampai penuh tangkinya. Sekarang sudah bisa lebih penuh lagi tangki motornya,” katanya.

loading...