HARIANACEH.co.id — LAGI-LAGI berbicara mengenai cinta. Tak akan ada habisnya bila cinta terus dibahas, namun akan jadi ibadah sekiranya jika kita mampu menempatkan cinta tersebut di jalan yang benar. Yaitu di jalan Allah. Cinta kita terhadap Sang Khalik tentu harus melebihi apapun dari apa yang kita cintai. Kenapa demikian?

Cinta karena Allah itu mempunyai harga sangat mahal yang harus dibayar, dan sedikit sekali yang mau membayarnya. Apa harga mahal yang harus dibayar itu?

Harga mahal yang harus dibayarkan oleh siapa saja yang mengaku cinta karena Allah, yaitu; SALING MENASEHATI, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat 103 Al-‘Ashr.

Baca Juga:  Bagaimanakah Hukum Membaca Al-Qur’an di Atas Kuburan ?

Jadi, harga mahal yang harus dibayarkan oleh orang-orang yang saling mencintai karena Allah adalah saling menasehati dengan melakukan amar makruf nahi munkar, yaitu saling mengingatkan dan memotivasi untuk menjadi lebih baik, lebih taat kepada Allah, lebih istiqomah dalam Islam dan Sunnah.

Ath-Thabrani Rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubaidullah bin Hisn Abu Madinah, ia berkata: “Bahwasanya apabila ada dua orang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bertemu, keduanya tidak berpisah melainkan salah seorang dari keduanya membacakan kepada yang lain surat Al-‘Ashr sampai selesai, kemudian salah seorang dari keduanya memberikan salam kepada yang lain.”

Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah berkata: “Kalau sekiranya manusia mentadabburi (merenungkan dan menghayati) surat ini (Al-‘Ashr), pastilah cukup bagi mereka.”

Baca Juga:  Abang..!!! Inilah Bentuk Kemesraaan Rumah Tangga ala Rasulullah

[Tafsir Ibnu Katsir: 4/657, Tafsir Al-Qasimiy: 9/538 dan Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, Isyraf: As-Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarak Fuuriy, hal 1529].

بسم الله الرحمن الرحيم

{ وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Demi masa.
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
    dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Semoga dalam setiap langkah kita, merupakan wujud kecintaan kita kepada Allah. Aamiin

 

 

loading...