HARIANACEH.co.id — Vaginismus, adalah gangguan yang sering digambarkan sebagai serangan panik pada organ intim perempuan atau vagina.  Menurut Dr. Venkat, seorang ginekolog vaginismus adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kemampuan perempuan untuk terlibat dalam segala bentuk penetrasi terhadap organ intimnya. Masuk dalam kategori ini adalah hubungan seksual, penyisipan tampon dan pemeriksaan ginekologi.

Vaginismus ditimbulkan oleh kontraksi refleks dari otot pubococcygeus yang mendukung vagina. Refleks ini menyebabkan otot-otot dan jaringan dalam vagina tiba-tiba menegang yang membuat segala jenis penetrasi vagina, termasuk hubungan seksual yang sangat menyakitkan dan bahkan tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga:  Apakah Pejalan Kaki Lebih Cerdas Dari Orang Yang Memilih Naik Kendaraan?

“Biasanya penyebab vaginismus adalah kombinasi dari pemicu fisik atau non-fisik yang menyebabkan tubuh untuk mengantisipasi rasa sakit,” jelas Dr Venkat.

Dengan bantuan profesional vaginismus dapat disembuhkan. Penanganan akan lebih mudah jika penderitanya termotivasi untuk sembuh dan tidak mengalami komplikasi.

Lalu perawatan apa yang harus dijalani? Jika memang Anda mengalami gejala vaginismus di atas, sangat disarankan untuk mencari bantuan terapis seks. Bantuan terapis perilaku kognitif juga dapat menemukan pemicu di balik masalah ini. Meluangkan waktu untuk mengenal tubuh Anda dan menjadi intim dengan diri sendiri adalah penting. Saat ini tersedia alat dilator set vagina, yang merupakan pengobatan yang efektif di organ intim  Anda.

Baca Juga:  Hey Bro...!!! ini Dia Bedanya Cewek Baik-baik dengan Cewek Baik

Dr Venkat menyarankan penderita vaginismus untuk terlebih dahulu menjalani pengobatan, sebelum menikah. Ia mengingatkan pemeriksaan ginekologi adalah bagian dari kehidupan dan tak seharusnya menyebabkan stress. Dan makin cepat vaginismus diatasi, makin bagus bagi penderitanya. Namun ia mengakui, vaginismus tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Pengobatan hanya memperbaiki keadaan.

“Ada sejumlah perkembangan dalam pengobatan vaginismus, termasuk penggunaan suntikan botox, yang biasanya digunakan untuk mengurangi kerutan di wajah. Sayangnya, setelah efek suntikan mereda, injeksi perlu diulang,” ujarnya.

Menggunakan pelumas alami (seperti SYLK, pelumas berbasis tanaman yang meniru cairan tubuh) dapat membantu Anda untuk bersantai dan “beradaptasi” secara bertahap untuk aktivitas seksual.

loading...