HARIANACEH.co.id — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi membekukan rute perjalanan pesawat AirAsia Surabaya-Singapura sejak 2 Januari lalu.

Dilansir dari laman suara, Menurut Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdiatmojo pihaknya memiliki alasan kuat dibalik pembekuan tersebut, karena pesawat Air Asia  dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura tidak memiliki waktu  perizinan terbang.

“Identifikasi kita sudah jelas salah karena tidak terbang di waktu perizinan yang sudah disetujui,” ujar Djoko dalam jumpa pers yang dilakukan di Kemenhub, Jakarta, Senin (5/1/2015).

Djoko menilai, AirAsia melanggar jadwal terbang pada hari Rabu, Jumat dan Minggu. Padahal dalam perizinan, AirAsia hanya diperbolehkan terbang pada Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Dirinya sudah menyelidiki hal ini sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir.

Baca Juga:  Warga Coblong Digegerkan Sesosok Mayat Bayi di Tempat Sampah

“Kenapa Kemenhub bisa kecolongan?”Nah ini yang harus kita teliti,” pungkasnya.

Sebelumnya Kemenhub berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal Izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015, bahwa rute Surabaya-Singapura (PP) yang diberikan kepada Indonesia Air Asia adalah dengan jadwal penerbangan pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Namun pasca tragedi AirAisa QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, baru diketahui kalau AirAsia ternyata juga melayani penerbangan pada Minggu, atau di luar jadwal yang ditentukan.

Sementara General Manager Air Asia Indonesia Sunu Widyatmoko saat dimintai komentarnya oleh media mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi bersama terkait AirAsia. Perusahaannya, kata Suni, akan bersikap kooperatif dan siap bekerjasama dengan Kementrian Perhubungan.

Baca Juga:  Delegasi Partai Komunis Cina Diterima Jokowi di Istana Sore Ini

“Terkait dengan pembekuan ini, kami tidak akan memberikan komentar apa pun hingga ada hasil proses evaluasi,” ujar Sunu di Surabaya, Sabtu (3/1/2015).

loading...