CANBERRA, HARIANACEH.co.id — Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan Menlu Inggris Philip Hammond mengungkapkan rasa duka atas pemenggalan warga Jepang Kenji Goto oleh kelompok militan Islamic State (ISIS). Ungkapan duka disampaikan dalam pertemuan anti-terorisme di Australia.

“Saya ingin mengungkapkan rasa belasungkawa mendalam Australia terhadap warga dan pemerintahan Jepang,” ujar Bishop, seperti dikutip AFP, Minggu (1/2/2015).

“Perilaku bejat yang berujung pada tewasnya dua warga Jepang adalah kejahatan yang tak dapat diungkapkan dalam kata-kata. Kami bersatu untuk melawan terorisme dalam berbagai wujud,” sambung dia.

Hammond mendukung pernyataan Bishop. “Kami berkomitmen memerangi tantangan ekstremisme yang terus berkembang,” sebut Hammond.

Baca Juga:  Minuman Beralkohol Mulai Hari Ini Dikenakan Bea Masuk 150 Persen

Dalam video yang dirilis pagi ini (waktu Jepang), tidak disebutkan apakan pilot Yordania yang juga menjadi sandera masih hidup atau sudah tewas. Militan di video terbaru itu diduga kuat sebagai orang yang sama dengan logat kental Inggris, yakni ‘Jihadi John.’

Militan ISIS mengatakan kematian Goto diakibatkan keputusan “gegabah” pemerintah Jepang, dan menyatakannya sebagai penanda dimulainya “mimpi buruk Jepang.”

Video berdurasi singkat itu berakhir dengan sosok jasad berbaju oranye tanpa kepala, yang diklaim ISIS sebagai Goto.

ISIS sebelumnya memberikan tenggat waktu 24 jam untuk membebaskan Sajida al-Rishawi, pelaku bom bunuh diri di Yordania. Sebagai gantinya, Goto dan pilot Yordania Muath al-Kesasbeh akan dibebaskan.

Baca Juga:  Setya Novanto Bisa Gugat Perekam Papa Minta Saham

Tenggat waktu telah berakhir Kamis kemarin, dan negosiasi Jepang dan Yordania dengan ISIS tersendat tanpa kemajuan berarti.

loading...