HARIANACEH.co.id — Serangan bom ke markas militer di Mesir tewaskan sedikitnya 26 aparat keamanan. ISIS cabang Mesir mengaku bertanggung jawab atas serangan pembunuhan itu.

Dua serangan bom bunuh diri dan tiga bom mobil terkoordinir mengguncang semenanjung Sinai di Mesir Kamis (29/1), di saat gempuran angkatan udara AS dan pejuang Kurdi berhasil mengusir milisi Islamic State dari kota Kobani di perbatasan Turki. Akibat serangan ke markas militer di El Arish ibukota semenanjung Sinai itu, 25 serdadu dan seorang polisi tewas dan sedikitnya 60 lainnya cedera.

Kelompok yang menamakan dirinya Islamic State di Mesir mengaku bertanggung jawab atas serangan pembunuhan ke markas militer di El Arish itu. Beberapa jam sebelum serangan terkoordinir dilancarkan, kelompok afiliasi Islamic State di Mesir memposting pesan twitter yang menunjukkan foto anggota militan dengan penutup muka dan bersenjata berat dengan latar belakang bendera ISIS.

Baca Juga:  ISIS Dipastikan PBB Telah Membunuh 232 Orang di Dekat Kota Mosul

Kelompok yang dulunya bernama Ansar Beit al Maqdis itu dalam postingannya menyebutkan : “inilah serangan simultan dan ekstensif dari serdadu kekalifatan.” Kelompok militan yang dikenal sangat aktif itu tahun lalu menyatakan dukungannya terhadap Islamic State di Irak dan Suriah.

IS Terus Digempur

Sementara itu Amerika Serikat dan mitra koalisinya dalam perang melawan IS terus melancarkan serangan udara ke posisi kelompok radikal itu di sekitar Kobani. “Sedikitnya 12 serangan udara dilancarkan ke posisi IS di kawasan Suriah Kamis (29/1) sebagai tekanan kepada kelompok radikal tersebut”, lapor jurubicara militer AS.

Militer Amerika menyebutkan, kelompok teror Islamic State sudah 90 persennya berhasil diusir dari kota Kobani di Suriah, dekat perbatasan ke Turki. Serangan udara juga dilancarkan ke kawasan di utara Irak yang sebelumnya berhasil direbut oleh milisi ISIS.

Baca Juga:  Sistem Misil Buatan Rusia Kini Dimiliki Militer Iran

Dalam pertempuran darat antara para jihadis IS melawan pasukan Peshmerga Kurdi di kawasan Kirkuk di utara Irak, dilaporkan seorang komandan senior Kurdi, brigadir jenderal Shirko Rauf dan lima anggota pasukan Peshmerga tewas. Dokter juga melaporkan lebih 45 anggota pasukan Kurdi terluka.

loading...