AMBON, HARIANACEH.co.id — Warga di dua desa di Maluku Tengah bentrok pada Minggu (1/2/2015). Sejumlah orang terluka terkena tembakan, sabetan senjata tajam, dan ledakan bom.

Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Pulau Ambon, seperti Rumah Sakit Umum  (RSU) dr Haulussy Ambon, RSU Al-Fatah Ambon,  dan RSU  Tulehu Kecamatan Salahutu.

Warga saling serang pada Minggu pagi di perbatasan Desa Kailolo dan Desa Rohomoni. Bentrokan sempat reda beberapa saat namun kembali pecah. Hingga berita ini diturunkan, bentrokan masih terjadi.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Komarus mengerahkan aparat Yonif 731 Kabaresi, Brimob Polda Maluku, dan Polres Pulau Ambon ke lokasi kejadian. Ia tengah melakukan pendekatan dengan warga agar bentrokan mereda.

Baca Juga:  Untuk Memperoleh Data "Co-Pilot" Pesawat AirAsia, Polri Gandeng Interpol

“Kita masih melakukan pendekatan dengan warga agar situasinya bisa kondusif,” kata Kapolres.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau –Pulau Lease AKP Theodorus Priyo Santoso belum dapat berkomentar. Sebab situasi belum kondusif.

“Situasi masih genting, nanti dulu,” katanya saat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Bentrokan antar kedua desa  saling bertetangga itu merupakan lanjutan  dari ketegangan antar warga kedua desa itu di Terminal Mardika Kota Ambon pada Sabtu (31/1) malam.

Pada Sabtu malam, seorang pemuda asal Desa Kailolo ditikam saat makan di sebuah warung di  kawasan Terminal Mardika Ambon. Diduga, pelakunya berasal dari Rohomani.  Peristiwa itu memicu ketegangan antarwarga kedua desa itu yang bermungkim di Kota Ambon.

Baca Juga:  Pernyataan Ketua BPK Dapat Menimbulkan Kekhawatiran
loading...