LOMBOK, HARIANACEH.co.id — Sebuah pesawat Garuda Indonesia jenis ATR72-600 rute Denpasar-Lombok tergelincir dari landasan pada sore hari tadi pukul 17.03 WITA. Angkasa Pura I (Persero) memutuskan untuk menutup sementara Bandara Internasional  Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, karena khawatir dengan keselamatan pesawat lain yang akan mendarat.

“Kami khawatir kalau ada pesawat yang mendarat atau akan terbang bersentuhan dengan badan pesawat Garuda yang saat ini masih berada di rerumputan dekat landasan pacu, makanya kami menutup aktivitas penerbangan untuk sementara,” kata Humas Bandara Internasional Lombok, Albar Wahyudi seperti yang dilansir Antara, Selasa (3/2/2015).

Baca Juga:  Bahas Anggaran BUMN, Presiden Tunjuk Menkeu Gantikan Rini Soemarno

Penutupan tersebut berlaku sejak terjadinya insiden pesawat Garuda Indonesia tergelincir ketika mendarat sore hari. Bandara akan kembali dibuka pukul 09.00 WITA esok hari, Rabu (4/2), jika proses evakuasi pesawat berjalan lancar.

Akibat penutupan sementara tersebut, maskapai penerbangan Lion Air menunda untuk memberangkatkan penumpangnya dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, yang dijadwalkan pada jam 21.00 WITA.

Selain itu, Lion Air juga tidak bisa memberangkatkan penumpangnya dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, menuju Bandara Internasional Lombok yang dijadwalkan mendarat pada jam 00.00 WITA. “Saat ini General Manager kami sedang rapat membahas bagaimana proses evakuasi badan pesawat Garuda yang tergelincir ke rerumputan dekat landasan pacu,” ujarnya

Baca Juga:  Presiden SBY Meminta Kepada Rakyat Untuk Sabar Tunggu Hasil MK

Berdasarkan siaran pers yang diterima, pesawat Garuda Indonesia GA-7040 rute Denpasar-Lombok mendarat di Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekitar pukul 17.03 WITA. Namun saat mendarat, pesawat tergelincir ke luar landasan, arah sebelah kanan bandara.

Pesawat jenis ATR72-600 PK-GAG yang tergelincir itu kemudian berhenti di rumput, sesaat setelah tergelincir saat melakukan pendaratan. Sebanyak 29 penumpang, terdiri atas 28 penumpang dewasa dan satu orang bayi dalam keadaan selamat tanpa luka.

loading...