OPINI

Benarkah Bank Syariah Kita Diridhoi Allah SWT (Bag. II)

Oleh: Amir Faisal

HARIANACEH.co.id — Bisakah kita Menciptakan Magnit Supaya Ummat Islam Indonesia Berpindah ke Bank Syariah/KJKS?

Bagian kedua ini berupaya untuk memberikan alternatif solusi agar perbankan syariah kita diridhoi oleh Allah SWT sehingga otomatis akan disukai dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai mitra bisnis. Tetapi sebelumnya marilah kita samakan persepsi kita tentang pengertian syariah.

Syariah diambil dari kata syaro’a berarti jalan, kalau diambil dari kata syir’ah artinya adalah sumber, kalau kedua arti itu digabung, maka menjadi “Jalan hidup yang bersumber dari perkataan dan perbuatan Nabi SAW dalam menjalankan missi yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Quran untuk meraih rahmatan lil ‘alamien”, dimana missi itu dengan gemilang telah beliau laksanakan sehingga menjadi model bagi kita yang ingin membangun masyarakat syar’i.

Menurut saya ada 3 hal yang membuat Islam itu bisa cepat berkembang, pada massa Rasulullah dan Sahabat :

Trust:

Sejak kecil Rasulullah dikenal dengan sifatnya yang jujur dan saat usia 25 tahun mendapat gelar Al-Amien. Sehingga ketika beliau diangkat menjadi Rasul, kemudian terjadi kegemparan, khususnya dikalangan orang-orang tua yang takut kehilangan pamor dan pengaruh, maka mereka melarang anak-anak mereka berdekatan dengan Muhammad sambil mengatakannya sebagai seorang pembohong. Padahal dalam Mindset anak-anak muda sudah terlanjur ter Anchor, bahwa Beliau SAW adalah sosok yang memiliki trust yang tinggi. Para orang tua dulu juga sering menasehati mereka untuk meniru perilaku Muhammad muda.

Distinct:

Ketika pertama kali Rasulullah mengenalkan Islam pada masyarakat Jahiliyah, mereka benar-benar surprise, karena Islam terlihat sangat berbeda dengan Jahiliyah, baik dalam artian simbol-simbol yang dibawa ataupun performansinya. Walaupun pada awalnya masyarakat yang masuk ke dalam Islam tadinya adalah kaum papa, tetapi akhirnya kaum bangsawan dan orang-orang kayapun pada berdatangan.

Advantage:

Pemuka kafir sebenarnya tahu persis kebenaran nilai-nilai yang dibawa oleh Beliau SAW. Tetapi kalau mereka menerimanya, maka otomatis kekuasaan mereka atas tanah haram akan ikut sirna. Maka masyarakat umum ( diluar elite politik) yang merasakan keunggulan-keunggulan yang dibawa oleh Islam, mereka segera bergegas meninggalkan cara-cara jahiliyah yang menjijikkan.

Setelah saya kaji Risalah Nabi dengan sebaik-baiknya, kemudian muncul pertanyaan dalam diri saya, bisakah kita memodel suksesi beliau SAW itu ke dalam bisnis?

Kemudian saya menemukan benang merahnya setelah saya mempelajari buku- buku karya ikon Marketing Indonesia, Hermawan Kertajaya. Menurut beliau, usaha Anda akan mengalami kesuksesan yang gemilang, jika perusahaan Anda memiliki :

Trust:

Thomas J Stanley mensurvey 733 CEO kelas dunia menemukan fakta bahwa kesuksesan mereka disebabkan karena mereka memiliki TRUST dan COMMITMENT yang tinggi pada costumer.

Trust dan commitmen mempunyai arti yang sangat luas dalam bisnis yang bisa dirasakan langsung oleh nasabah kita, bahwa kita bisa dijadikan mitra yang, memberikan rasa aman, setia, senasib sepenanggungan. Bekerja sama dengan dengan sungguh-sungguh dan bersama-sama menanggung resiko.Sebab dalam konsep kita, nasabah adalah saudara. Bahkan dengan nasabah Muslim kita diikat dengan ikatan Iman yang kokoh.

Wow:

Wow faktor itu bukan hanya sekedar berbeda. Tetapi perbedaan itu sampai diekspresikan orang dalam ungkapan, “Wow !”
Pertanyaannya, bisakah Anda membedakan diri dengan Bank Umum?

Kalau dari service excellence maupun layanan transaksi finansial lainnya, saya jamin Anda pasti kalah. Tetapi jangan cemas. Anda mempunyai keunggulan. Apa itu? Yaitu menerapkan nilai-nilai Trust diatas dengan syariah dan akhlaq Islam 100 persen dan hanya mengharapkan ridla dari Allah. Berilah kesempatan nasabah untuk memilih akad yang paling mudah dan ringan bagi mereka. Kemudian Anda katakan, “Sesuai dengan syariah Islam, maka profit akan dibagi sesuai dengan kesepakatan dan kerugian akan menjadi tanggung jawab bersama”, karena mulai hari ini kami adalah mitra bisnis Anda, maka kami siap setiap saat akan membantu memberikan solusi-solusi bisnis yang Anda butuhkan. Saya jamin pasti mereka akan mengatakan, “Wow !”

Bandingkan misalnya, nasabah datang untuk mendapat suntikan modal ke Bank Syariah, dengan harapan nanti akan bagi hasil, kalau sudah dapat keuntungan, tetapi digiring untuk melakukan akad Murobahah. Bank bilang, “Anda membutuhkan tempat usaha, mesin, kendaraan, atau apa? Karena akad yang diambil adalah murobahah, maka nasabah pulang dengan setumpuk pikiran, “Dari mana ya saya dapat uang untuk mulai mengangsur bulan depan?” “Sama susahnya dengan kredit di Bank Umum”

Added Value/Advantage:

Bank-bank Umum berlomba untuk menunjukkan advatage mereka dengan program-program atauput outline yang serba shopistcated. Tetapi sekali lagi tidak usah kuatir, Advantage Anda hakekatnya sudah langsung melekat pada diri Anda, ketika Anda membangunTrust yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Ibadah, Jihad langsung kita substansikan ke dalam Bisnis. Mulai hari ini Anda tidak lagi menjadi marketing, tetapi Anda telah bertekad menyiapkan diri Anda untuk menjadi ujung tombak kejayaan Islam. Islam akan berjaya kalau Ummatnya kaya raya. Ummatnya bisa kaya raya kalau pengusahanya sukses. Siapa lagi yang bisa diandalkan membantu para pengusaha untuk meraih kesuksesan, selain Anda?

TERPOPULER

Keatas