HARIANACEH.co.id — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menghentikan sepenuhnya impor jeroan. Langkah ini dilakukan usai melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian (Kementan).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kemendag Partogi Pangaribuan mengatakan, langkah dan tindakan ini sekaligus menepis kabar yang beredar di masyarakat terkait masih diberlakukannya impor jeroan sebanyak 20 persen.

“Jeroan impor dilarang sepenuhnya. Pada triwulan I/2015 sudah kita larang. Jadi bukan 20 persen,” tukas Partogi ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais Nomor 5 Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan, tidak seharusnya Indonesia melakukan impor jeroan dari negara lain. Sebab menurut dia, jeroan di negara asalnya dijadikan sebagai pakan hewan.

Baca Juga:  Presiden Terpilih Nanti Harus Jaga Kesinambungan Fiskal

“Kita malu juga harus impor jeroan, sementara di negara pengekspor, jeroan itu dikonsumsi hewan bukan untuk manusia. Bagaimani kita bisa impor?,” papar dia.

Untuk itu, lanjut dia, Kemendag yang telah berkoordinasi dengan pihak Kementan akan menghentikan sepenuhnya impor jeroan dan meningkatkan produksi jeroan nasional dari peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan jeroan dalam negeri.

“Tugas Kemendag untuk mengatur. Kita koordinasi dengan Kementan bagaimana mencukupi untuk hal-hal seperti itu,” pungkas Rachmat.

loading...