HARIANACEH.co.id — Ada insiden pengusiran terhadap pengacara dari ruang pemeriksaan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Mabes Polri, Selasa (3/2/2015) siang.

Sebagian besar pengacara Bambang diminta keluar ruangan dan hanya dua pengacara yang diperbolehkan mendampingi Bambang.

Bagaimana kronologis kejadian itu, salah satu pengacara Bambang dari LBH Jakarta, Pratiwi, menjelaskan kepada wartawan. Saat itu, Bambang selesai salat dzuhur, lalu akan masuk ke ruangan pemeriksaan yang ukurannya kurang lebih 2,5 meter x 10 meter.

Selanjutnya, kuasa hukum Bambang pun ikut masuk ke ruang pemeriksaan. Saat itu, kuasa hukum yang sudah berada di dalam adalah Chatrine dan Nursjahbani Katjasungkana. Namun tiba-tiba penyidik menyatakan bahwa hanya dua orang kuasa hukum yang diperbolehkan mendampingi klien.

Pengacara Bambang, Saor Siagian, pun mempertanyakan kepada penyidik, apa yang menjadi dasar hukum pembatasan jumlah kuasa hukum yang diperbolehkan untuk mendampingi Bambang.

“Tak satu pun penyidik dapat menjawab pertanyaan tersebut. Penyidik menyarankan kuasa hukum untuk menghadap ke Kasubdit VI, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona,” kata Pratiwi.

Dialog dengan Kasubdit Daniel ternyata tidak membuahkan hasil apa pun. Kuasa hukum Bambang tetap diminta keluar dari ruangan dan hanya dua orang yang diperbolehkan.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Dipecat Partai Keadilan Sejahtera, Ini Alasannya

“BW tetap duduk dan menyatakan menyerahkan semua hal kepada kuasa hukum,” katanya.

Sekitar pukul 12.38 WIB, kuasa hukum tetap menolak pembatasan jumlah yang mendampingi karena tidak berdasarkan hukum.

“Perintah Kasubdit dijadikan dasar oleh penyidik untuk pembatasan, dan kuasa hukum merespons dengan pernyataan, sejak kapan perintah Kasubdit sama dengan aturan yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana?” kata Pratiwi.

Upaya pengacara untuk tetap bertahan mendampingi Bambang ternyata terus dikecam oleh penyidik.

“Kombes Pol Daniel pun keluar dari ruangannya dan mengusir kuasa hukum. Perintah kepada Provost pun dilontarkan dengan arogan, ‘Provost tarik orang ini keluar,'” kata Pratiwi.

Dua Provost pun menuju Saor Siagian untuk memintanya segera ke luar ruangan.

Kuasa hukum Bambang lainnya menyatakan bahwa polisi tidak usah menggunakan cara-cara arogan seperti itu. Kuasa hukum menyatakan apabila Kombes Daniel meneruskan tindakan tersebut, ia telah melakukan perbuatan melawan hukum dan melanggar undang-undang.

“Terjadi keributan di ruang sempit itu dan tarik menarik antara kuasa hukum dan Provost. Ada kurang lebih empat orang dari kepolisian yang merekam kejadian tersebut dengan handphone, ditambah satu orang dengan video kamera ukuran besar,” kata Pratiwi.

Baca Juga:  Patung Pahlawan Revolusi Dilecehkan, Menhan Marah Besar

Kejadian itu baru berhenti setelah kuasa hukum menyarankan kepada Bambang untuk menyatakan tidak bersedia dilakukan pemeriksaan.

“Namun, BW menyatakan, ‘iya, terima kasih Saor untuk saran hukumnya,'” kata Pratiwi.

Bambang tetap duduk di tempat semula. Saor Siagian pun berjalan ke luar ruangan, namun akhirnya jumlah kuasa Hukum yang diizinkan untuk mendampingi Bambang ditambahkan satu atau menjadi tiga pengacara.

Saor Siagian pun dapat tinggal untuk mendampingi pemeriksaan BW. Kuasa hukum lainnya terpaksa ke luar ruangan.

“Disepakati bahwa kuasa hukum akan mendampingi dengan bergantian,” kata Pratiwi.

Pemeriksaan terhadap Bambang dilanjutkan. Bambang diperiksa oleh tiga penyidik dengan didampingi oleh kuasa hukum: Nursjahbani, Chaterine, dan Saor Siagian. Sedangkan kuasa hukum lainnya: Rasamala, Anatomi, Abdul Fickar, Kanti, Asfinawati, Siti Aminah, Johari, Poengky, Putri, Judianto, Ainul, Revan, Lelyana, Pratiwi menunggu di luar ruangan.

Seperti diketahui, hari ini adalah pemeriksaan lanjutan terhadap Bambang. Bambang dijadikan tersangka dugaan kasus mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu di pengadilan. Penetapan Bambang menjadi tersangka dilakukan disaat KPK tengah berupaya mengungkap dugaan kasus gratifikasi dan suap yang dilakukan Komjen Budi Gunawan.

loading...