HARIANACEH.co.id — Pemerintah dan DPR RI mendesak PT Freeport Indonesia untuk membangun smelter di Papua. Namun, Freeport masih belum bisa menyanggupinya dan memutuskan untuk membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menjelaskan alasan Freeport belum bisa membangun smelter di sekitar wilayah operasi di Papua karena terbatasnya infrastruktur.

Smelter tidak mungkin bisa dibangun di Papua pada 2014 karena infrastruktur tidak memadai. Kalau begitu beri kesempatan untuk membangun pembangkit listrik. Akhirnya mundur (pembangunan smelter-nya),” ujar Sudirman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Alasan kedua, karena dia menilai smelter harus secepatnya dibangun. “Kalau mau cepat dibangun (smelter) tidak bisa di Papua. Sementara pemerintah menekankansmelter mau tidak mau harus dibangun secepat mungkin,” terangnya.

Baca Juga:  Bank Tabungan Negara (BTN) Garap Nasabah "BTN Priority"

Namun, ia menegaskan pemerintah akan mendorong terus dan mencari cara agarsmelter dibangun di Papua, yakni di dekat daerah operasi Freeport.

“Pemerintah dari dulu selalu menginginkan smelter dibangun di daerah operasi. Maka kita minta Freeport menyiapkan hal-hal yang diperlukan dahulu. Listrik di Papua bagian dari rencana Pemerintah keseluruhan maka jadwal (pembangunannya) harus di sinkronkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Freeport Indonesia telah setuju untuk membangun pabrik pengolahan konsentrat (smelter) di Dekat pabrik Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

loading...