HARIANACEH.co.id — Penyedia jasa layanan taksi berbasis internet, Uber, akan memperluas kemampuannya dengan mengembangkan jasa layanan taksi tanpa sopir menggunakan teknologi mobil autokemudi.

CEO Uber, Travis Kalanick menyebut bahwa kemungkinan pengembangan taksi nirawak adalah suatu hal yang tidak terelakkan. Bahkan, lanjutnya, dengan teknologi tersebut, pihaknya bisa menawarkan jasa taksi yang lebih murah serta bisa menjadi alternatif baru soal kepemilikan kendaraan.

“Pengalaman dengan Uber memang mahal. Karena ini bukan hanya soal kendaraan saja tapi juga soal orang yang mengemudikan kendaraan tersebut,” katanya seperti dilansir laman Bloomberg.

Dia menyebut bahwa jika tidak ada orang lain dalam kendaraan tersebut, penggunaan Uber bisa menjadi alternatif yang murah untuk kepemilikan mobil.

Baca Juga:  Benarkah Setelah Imlek, Xiaomi Mi5 Akan Segera Meluncur?

Untuk mendukung rencana tersebut, Uber sudah melakukan kerjasama dengan Carnegie Mellon University (CMU), salah satunya dengan membangun Advanced Technologies Center di Pittsburgh, Amerika Serikat.

Pusat teknologi tersebut berfokus pada pengembangan teknologi jangka panjang yang bisa meningkatkan pelayanan Uber serta memenuhi misi untuk menyediakan pelayanan yang aman dan terpercaya untuk semua orang.

Langkah Uber itu berbarengan dengan bocornya rencana Google untuk membuat layanan taksi berbasis internet dengan memanfaatkan mobil autokemudinya. Google di Januari lalu mengatakan bahwa mobil autokemudinya sudah siap mengaspal dalam dua sampai lima tahun ke depan.

Rencana Google itu sendiri unik karena perusahaan raksasa penyedia jasa internet asal AS itu adalah salah satu investor terbesar di Uber.

Baca Juga:  Wow! Korea Selatan Akan Segera Membuat Senjata "Cyber"
loading...