HARIANACEH.co.id —¬†Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengaku sempat semobil dengan Bambang Widjojanto pada masa penanganan perkara pilkada Kotawaringin Barat 2010. Namun, Akil membatah ada aliran uang dari Bambang yang kini menjadi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tidak ada pemberian uang di dalam mobil,” kata Akil di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015) malam.

Akil menjelaskan, Bambang hanya ikut menumpang mobilnya saat hendak pulang ke Depok, Jawa Barat. Ia mengaku hanya mengantarkan Bambang sampai Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Tidak ada transaksi. Di dalam mobil itulah pembicaraan-pembicaraan yang berkaitan dengan perkara Kotawaringin Barat itu,” papar Akil.

Baca Juga:  Jika Digusur dari KPK, Novel Baswedan Pasrah

Dalam kasus ini, Akil bertindak sebagai hakim panel yang memimpin jalannya persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010. Sementara, saat itu Bambang merupakan kuasa hukum pemohon Ujang Iskandar yang akhirnya menang di MK.

Perkara sengketa pilkada ini dilaporkan ke Bareskim baru-baru ini oleh Sugianto Sabran yang kemenangannya dibatalkan MK. Ia menuding BW mengarahkan para saksi untuk memberi keterangan palsu dalam persidangan. Alhasil BW kini berstatus tersangka.

loading...