HARIANACEH.co.id — Ibrahim adalah nabi ke-6 dalam agama Islam. Ibrahim juga dikenal dalam agama Kristen dan Yahudi sebagai Abraham. Nabi Ibrahim memiliki gelar Khalil Allah(Sahabat Allah) yang diberikan langsung oleh Allah SWT.

Nabi Ibrahim adalah termasuk dalam nabi yang memiliki gelar Ulul Azmi. Ulul Azmi merupakan sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid.

Nabi Ibrahim diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur, negeri yang disebut kini sebagai Iraq. Semasa hidupnya, Nabi Ibrahim pernah melakukan tiga ‘kebohongan’ yaitu:

1. Kebohongan Pertama

Kebohongan pertama yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim adalah saat ia diajak oleh ayahnya untuk menyaksikan hari raya kaum kafir Babilonia. Hari raya tersebut dirayakan di alun-alun kota setiap tahunnya. Namun saat ayahnya mengajak Ibrahim untuk datang ke perayaan, Nabi Ibrahim menolaknya dengan alasan sedang sakit.

“Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.” [QS. Aş-Şāffāt ayat 88]

“Kemudian ia (Ibrahim) berkata: “Sesungguhnya aku sakit”. [QS. Aş-Şāffāt ayat 89]

Nabi Ibrahim melakukan kebohongan itu demi melancarkan rencananya untuk menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh kaumnya itu. Saat orang-orang pergi menyaksikan perayaan tersebut, Ibrahim datang kepada berhala itu lalu menghancurkannya.

“Kemudian ia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: “Apakah kamu tidak makan?” [QS. Aş-Şāffāt ayat 91]

“Kenapa kamu tidak menjawab?” [QS. Aş-Şāffāt ayat 92]

Baca Juga:  Berjabat Tangan dan Ziarah Kubur di Hari Raya Harus?

“Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).” [QS. Aş-Şāffāt ayat 93]

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kemudian menghancurkan semua berhala dengan kapak, kecuali berhala yang terbesar. Dia kemudian meletakkan kapak di tangan berhala terbesar tersebut.

2. Kebohongan Kedua

Setelah Ibrahim menghancurkan berhala-berhala tersebut dan menyisakan yang paling besar dan meletakkan kapak pada berhala yang besar itu, kemudian datang masyarakat yang baru saja pulang dari perayaan. Mereka kaget karena sembahan-sembahan mereka sudah hancur.

“Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim”. [QS. Al-Anbya’ ayat 59]

“Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. [QS. Al-Anbya’ ayat 60]

Menurut Ibnu Mas’ud, mereka yang mengatakan Ibrahim pelakunya adalah orang yang pernah mendengar Ibrahim berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.” [QS. Al-Anbya’ ayat 57]

Kemudian Ibrahim disidang dan setelah orang-orang berkumpul, “Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” [QS. Al-Anbya’ ayat 62]

“Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. [QS. Al-Anbya’ ayat 63]

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata seperti itu agar mereka segera menjawab bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara, hingga akhirnya mereka mengakui bahwa patung-patung itu hanyalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

3. Kebohongan Ketiga

Pada suatu hari Ibrahim dan istrinya, Sarah tiba di suatu negri yang dikuasai oleh seorang firaun yang zalim. Firaun itu diberitahu oleh ajudannya bahwa ada seorang lelaki yang tinggal bersama wanita yang sangat cantik jelita. Firaun tersebut mengutus utusannya untuk menemui Ibrahim.

Baca Juga:  Benarkah Bekas Sujud Menyebabkan Dahi Berwarna Hitam?

Sang utusan bertanya, “Siapakah wanita yang tinggal bersamamu?” Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menjawab, “Dia adalah adikku.” Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendatangi Sarah dan berkata, “Wahai Sarah, di muka Bumi ini tidak ada orang yang beriman kecuali aku dan kamu. Dan di depan sana ada seseorang yang datang dan bertanya kepadaku tentang dirimu, maka aku katakan padanya bahwa kamu adalah adikku. Oleh karena itu, janganlah kamu katakan yang lain selain yang aku katakan.”

Maksud ucapan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang mengatakan bahwa Sarah adalah adiknya adalah “saudara seagama” (ukhtun fid-diin). Sedangkan maksud “di muka Bumi ini tidak ada orang yang beriman kecuali aku dan kamu” adalah tidak ada pasangan mukmin lain selain aku dan kamu.

Alasannya adalah, karena Nabi Luth ‘alaihissalam pada saat itu juga beriman, sama seperti mereka. Nabi Luth ‘alaihissalam adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Menurut sejarawan, Firaun dalam kisah tersebut merupakan saudara dari Adh-Dhahhak, firaun yang sangat terkenal kezhalimannya. Firaun tersebut bernama Sinan bin Ulwan bin Ubaid bin Auj bin Imlaq bin Lawaz bin Sam bin Nuh. Sedangkan riwayat Ibnu Hisyam dalam kitab “At-Tijan” menyebutkan, firaun tersebut adalah Amru bin Umrul Qais bin Mailepon bin Saba.

loading...