HARIANACEH.co.id — Pemerintah Tiongkok memangkas target pertumbuhan ekonomi mereka menjadi tujuh persen dari yang sebelumnya ditargetkan 7,5 persen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, menyatakan pemangkasan target pertumbuhan Tiongkok akan berdampak juga pada ekonomi Indonesia, terutama untuk ekspor.

“Jadi pelemahan ekonomi Tiongkok ini sudah terlihat sebenarnya, dampaknya ekspor Indonesia ke Tiongkok itu menurun, terutama yang komoditi,” kata Mirza, saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2015).

Mirza mengatakan dengan tren penurunan ekspor komoditi ke Tiongkok, dan juga harga komoditi di dunia yang juga mengalamai penurunan harus menjadi pembelajaran dan kajian untuk Indonesia mengalihkan ekspornya.

Baca Juga:  Harga Minyak Mentah Jatuh ke Level USD35/Barel

“Indonesia ini perlu shift segera, PMA-nya juga harus shift untuk yang PMA ekspororiented, dan jangan lagi yang komoditi, karena komoditi kemungkinan harganya masih akan rendah untuk tiga sampai empat tahun ke depan,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dilansir CNBC, Perdana Menteri China Li Keqiang dalam Kongres Rakyat Nasional mengumumkan penurunan angka pertumbuhan dan lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas pertumbuhan.

loading...