HARIANACEh.co.id — Depresiasi rupiah yang menembus level Rp13.000 per USD memang menjadi perhatian publik. Banyak masyarakat yang menghubungkan pelemahan rupiah dengan ekonomi Indonesia yang sedang tidak stabil.

Menanggapi beragam pandangan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo, mengimbau agar masyarakat jangan percaya dengan pihak-pihak yang menghembuskan ekonomi Indonesia dalam keadaan jelek.

“Ekonomi kita dalam dalam keadaan baik, jangan percaya sama yang menghembuskan ekonomi kita kurang baik, mungkin itu orang yang senang impor dan dia ingin mengatakan bahwa ada sesuatu keresahan. Tolong kita mesti paham,” kata Agus, ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).

Baca Juga:  Pinjaman Luar Negeri untuk RS Regional Disetujui DPR Aceh

Agus mengungkapkan, dana asing yang masuk ke Indonesia (capital inflow) secarayear to date (akhir Desember-sekarang) sebanyak Rp57 triliun. Dibandingkan tahun lalu periode yang sama hanya Rp30 triliun. Menurut dia, tidak mungkin dana asing masuk, kalau negara tersebut tidak diyakini baik.

“Nilai tukar ada gejolak enggak perlu dikhawatirkan, kepercayaan dunia pada kita baik. Jadi kita enggak perlu khawatir,” tuturnya.

Dirinya mengingatkan, jika masyarakat ingin anggapan tersebut berbalik yakni Indonesia menjadi maju, masyarakat harus patuh dengan aturan-aturan yang berlaku, misalnya saja menyoal pajak. Masyarakat diimbau agar jangan ragu membayar pajak.

“Jadi kalau sekarang diminta untuk membayar pajak, itu tujuannya supaya penerimaan negara bagus,” ucapnya.

Baca Juga:  OJK Harus Terus Keluarkan Kebijakan Memperbesar Perbankan Syariah

Agus menambahkan upaya pemerintah terkait memberantas  penyelundupan impor di pelabuhan-pelabuhan merupakan langkah yang positif.

“Kita mesti mengubah mindset kalau mau jadi negara maju, jadi kalau pemerintah lakukan evaluasi di pelabuhan, kita sambut baik,” tukasnya.

loading...