SUKABUMI, HARIANACEH.co.id¬†—¬†Sejumlah warga di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, kecewa dengan kualitas beras dalam operasi pasar murah, Jumat (6/3/2015). Warga menilai kualitas beras dalam operasi pasar tak jauh berbeda dengan raskin.

Komariah,45, warga setempat, mengatakan beras yang dijual di OP itu bau apek serta banyak pecahan batu dan gabah.

“Kecewanya karena beras yang dijadikan contoh bagus. Tapi beras yang dijual ternyata tak sesuai dengan contoh,” kata Komariah.

Dia hanya membeli satu kantong seberat 5 kilogram dengan harga Rp37.000 atau satu kilogram seharga Rp7.400. Tapi mau atau tidak mau dia membeli beras tersebut karena butuh.

“Jatahnya memang cuma 1 kantong atau 5 kilogram,” tuturnya.

Sementara Siskaningsih,37, warga Kelurahan Situkembar Kecamatan Lembursitu, batal membeli beras dalam operasi pasar tersebut karena kualitasnya jelek. Meskipun butuh, dia tak mau membeli beras dengan kualitas jelek.

“Mending beli beras yang Rp9.000 per kilogram daripada beli beras yang itu (operasi pasar),” akunya.

Baca Juga:  Masyarakat Boleh Masuk Istana Saat Pelantikan Jokowi

Berdasarkan pantauan, operasi pasar beras tersebut disambut antusias warga. Mereka antre untuk mendapatkan 1 kantong beras seberat 5 kg seharga Rp37.000.

Selain di Kecamatan Lembursitu, operasi pasar beras murah juga dilaksanakan di Kecamatan Warudoyong. Di tempat itu didistribusikan sebanyak 1 ton beras atau sebanyak 200 kantong masing-masing berisi 5 kg.

“Kalau masalah kualitas tentunya seimbang dengan harga. Operasi pasar beras murah ini kan untuk membantu masyarakat mengatasi naiknya harga beras saat ini,” kata Camat Warudoyong Yadi Mulyadi.

Yadi mengaku akan mengakomodasi seandainya ada warga yang ingin mengembalikan lagi beras lantaran kualitas tak sesuai harapan. Namun dia akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi untuk membahas mekanismenya.

“Untuk tahap awal, di Kecamatan Warudoyong kuotanya 1 ton atau 200 kantong masing-masing beratnya 5 kilogram. Kita lihat situasi dulu, kalau ada permintaan lagi dari warga, tentunya kami akan berkoordinasi lagi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan,” terangnya.

Menurut Yadi biasanya penyaluran beras dalam operasi pasar dilakukan di pasar tradisional. Namun saat ini penyalurannya dipindah ke tiap kecamatan dengan dasar efisiensi dan efektivitas.

Baca Juga:  Rumah Istri Muda Fuad Amin Digeledah KPK

“Penyaluran beras murah dalam operasi pasar di tiap kecamatan cukup efektif dan efisien,” tuturnya.

Namun tak sedikit juga warga yang menyambut antusias operasi pasar tersebut. Iis Sumiati, warga Jalan Pabuaran Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, misalnya. Dia mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar beras murah.

“Alhamdulilah bisa terbantu dengan adanya beras murah ini,” akunya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna mengaku tak bisa menawar dengan kualitas beras yang didistribusikan dari Bulog. Kualitas beras murah yang dijual saat ini setara dengan beras yang dijual Rp9.500 di pasaran.

“Kualitas beras murah dalam operasi pasar yang dijual saat ini sama dengan di daerah lainnya karena merupakan dropping dari Bulog. Kualitasnya itu sudah sesuai standar Bulog dengan tujuan untuk mengendalikan harga pasar,” kata Ayep.

Menurut Ayep kualitas beras murah yang dijual dalam operasi pasar di atas raskin.

loading...