NASIONAL

Demam Batu Akik Ikut Dirasakan Warga Pekanbaru

HARIANACEH.co.id — Demam batu akik tengah melanda seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali warga Pekanbaru, Riau.

Animo masyarkat setempat begitu tinggi. Sejumlah ruas jalan di kota itu mendadak dipenuhi para pedagang batu akik seperti di kawasan Panam. Mereka menjajakan barang dagangan batu akik dengan menggunakan meja dan wadah.

Demam Batu Akik 1

Warga bandar baru yang ikut merasakan demam batu akik. (MTVN)

Yono, 34, salah seorang pedagang batu akik, mengaku sudah mulai menjual batu akik sejak Desember 2014 lalu. Dia mengaku, penghasilan menjual batu akik bisa mencapai Rp1 juta per hari.

“Setiap hari enggak tentu, ya pasti ada aja yang beli,” ujarnya di pinggir Jalan Sei Brantas, Panam, Tampan, Peka, Sabtu (7/3/2015).

Setiap hari, pasar tersebut selalu diramaikan warga penggila batu akik. “Di sini ramai terus, tapi tempat jual burung-burung masih ada, tapi sudah tak banyak,” ujar Udin, salah seorang pedagang batu akik.

Adapun jenis-jenis batu akik yang dijual di pasar ini cukup beragam dan banyak didatangkan dari luar daerah, seperti jenis akik lumut, idocrase, kecubung, badar, bacan, lavender, chalcedony, teratai, bio solar, spritus, dan sebagainya.

“Paling laku keras itu jenis kecubung, kecubung kopi dan kecubung teh. Sama akik jenis black jack. Kalau yang paling mahal itu Bacan dari Maluku Utara, bisa sampai Rp80 juta,” tutur Udin.

Demam Batu Akik 2

(MTVN)

Tak hanya kaum laki-laki saja yang mendominasi pembelian batu akik, banyak ibu-ibu juga tampak sibuk memilah-milah batu akik idaman mereka.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendukung penuh bisnis batu akik. Bisnis tersebut dianggap dapat meningkatkan perekonomian warga. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau akan menggelar Pekanbaru Akik Expo (PAE) 2015 untuk memperebutkan piala Wali Kota Pekanbaru.

PAE merupakan kontes batu akik terbesar se-pulau Sumatera. Berbagai jenis akik akan dilombakan. Adapun acara itu akan digelar pada 16-22 Maret 2015.

TERPOPULER

To Top