HARIANACEH.co.id — Eksekusi mati yang dilakukan terhadap terpidana kasus narkoba dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, peredaran narkoba tidak akan selesai jika tiap negara tidak bekerjasama melakukan pencegahan.

Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Agung Sedayu mengatakan, protes sejumlah negara terhadap hukuman mati yang dilakukan Indonesia hal wajar. Indonesia harus melakukan hal serupa untuk membela WNI yang bermasalah diluar negeri.

“Ini wajar dilakukan tiap negara untuk melindungi warganya. Indonesia harus melakukan hal sama dengan memberikan pendapingan kepada TKI yang menghadapi proses hukum,” kata Agung di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2015).

Baca Juga:  Ali Mustafa Yaqub: ISIS itu Bagaikan Roh Jahat

Terkait pelaksanaan hukuman mati dua terpidana “bali nine”, dirinya meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan berbagai aspek.  Sebab, pelaksanaan hukuman mati dilakukan untuk menekan peredaran narkoba di Indonesia, namun dirinya mempertanyakan jaminan akan hal tersebut. “Akan tetapi apa ada jaminan untuk itu?,” tanya dia.

Menurutnya, lebih baik Indonesia dan Australia bekerjasama dengan masif untuk memberantas narkoba, sehingga pelaksanaan vonis hukuman mati yang menyangkut kedua negara tidak terjadi lagi.

loading...