NASIONAL

Penyakit Jiwa Rodrigo Makin Parah Jelang Eksekusi Mati

CILACAP, HARIANACEH.co.id — Penyakit kejiwaan yang diidap terpidana mati kasus narkoba asal Brasil, Rodrigo Gularte dikabarkan semakin parah menjelang eksekusi mati tahap II. Rohaniawan pendampingnya, Romo Charles berharap Rodrigo lolos dari eksekusi tersebut.

“Rodrigo sakit jiwa. Sakit jiwa semakin lama semakin parah. Mudah-mudahan dia bisa lolos,” kata rohaniawan pendamping Rodrigo, Romo Charles di gereja Santo Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2015).

“Saat ini saya berharap supaya dia tidak jadi dieksekusi,” sambung dia.

Selaku rohaniawan, ‪Romo akan mendampingi Rodrigo selama di Lapas Nusakambangan hingga hari pelaksanaan eksekusi mati tiba. Ia mengaku, Rodrigo sering menggigau dan berbicara aneh. Alangkah baiknya, lanjut Romo, pria yang mengidap Schizophrenia ini dibawa ke rumah sakit jiwa.

“Tapi kalau ditanyakan apakah kamu sakit jiwa, ‘no. I’m not‘. Dia mengalami istilah panic impression,” pungkas Romo.

Sebelumnya, pihak keluarga dan kuasa hukum Rodrigo mengakui terpidana kasus narkoba itu telah mengidap kelainan jiwa, Schizophrenia sejak umur 14 tahun. Dua dokter terpercaya diklaim sudah mendiagnosis Rodrigo menderita Schizophrenia.

Seperti diketahui, Schizophrenia merupakan kelainan otak yang membuat penderitanya menafsirkan kenyataan secara berbeda. Schizophrenia dapat menimbulkan halusinasi, delusi, dan penyimpangan cara berpikir dan perilaku. Sementara dari Kuasa Hukum Rodrigo, Ricco Akbar, pihaknya tidak mencari kemungkinan untuk membatalkan eksekusi mati kliennya. Pihak keluarga hanya ingin eksekusi Rodrigo ditunda.

31 Juli 2004 lalu, Rodrigo Gularte dibekuk petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Rodrigo dan dua rekannya tertangkap tangan hendak menyelundupkan enam kilogram kokain dengan disembunyikan di papan selancar yang dibawanya.

TERPOPULER

To Top