HARIANACEH.co.id — Indonesia Corruption Watch (ICW) mensinyalir seluruh pemenang proyek pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di DKI Jakarta bermasalah. Mereka diduga pemain lama yang kerap menang tender di DKI.

Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas, mengatakan UPS dianggarkan dalam APBD 2014.

“Kalau dilihat dari 39 perusahaan pemenang tender, anggarannya semuanya sama. Tidak ada mekanisme komplain. Apakah ini untuk penyerapan anggaran atau proyek titipan?” kata dia di kantor ICW, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015).

Firdaus menjelaskan, selama tahun anggaran 2014 pada Dinas dan Sudin Pendidikan DKI Jakarta terdapat realisasi 50 paket pengadaan UPS. Dari pengadaan itu, sebanyak 39 perusahaan memenangkan tender.

Baca Juga:  Program 35.000 Megawatt Enggan Direvisi Oleh Pemerintah

“Tidak ada realisasi kegiatan pengadaan, tidak ada tender panitia, jadi seolah-olah lelang tapi tidak. Mereka pemain lama kerap memenangkan tender di DKI Jakarta,” jelas Firdaus.

Dugaan 39 perusahaan itu bermasalah bisa dilihat dari data perusahaan, alamat perusahaan fiktif, dan profil perusahaan yang diragukan. 39 perusahaan itu sudah memenangkan 197 paket pengadaan dengan total anggaran Rp875,871 miliar.

Dari data yang didapat ICW terdapat tiga perusahaan besar yang kerap mendapat proyek dengan anggaran ‘wah’, yakni CV Anugerah Indah Mahakarya memenangkan 14 proyek dengan nilai anggaran Rp49,4 miliar.

Kemudian, PT Pebindo Jaya memenangkan 16 proyek dengan nilai anggaran Rp73,7 miliar serta PT Dinamika Airufindo Persada memenangkan 17 proyek dengan nilai anggaran Rp74,6 miliar.

Baca Juga:  Hakim MK Beri Penjelasan Terkait Pembatasan Protes Jumlah Saksi

loading...