HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

IHSG Anjlok di Awal Pekan

1

HARIANACEH.co.id – Mengawali pekan ini, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini terpantau anjlok. IHSG Senin (9/3/2015) pagi melemah 59,02 poin ke posisi 5.455. Adapun pelemahan IHSG diikuti melemahnya indeks saham unggulan LQ45 sebesar 13,11 poin ke posisi 947,67. Serta indeks JII yang juga melemah 9,14 poin ke level 725,71.

Semua sektor terpantau ambles, dengan sektor konsumer memimpin pelemahan sebesar 28,81 poin ke level 2.269. Selanjutnya, sektor manufaktur yang melemah 15,93 poin ke level 1.362, serta sektor keuangan yang ikut melemah 11,11 poin ke level 795,57.

Pagi ini, transaksi volume perdagangan saham tercatat sebanyak 265,748 juta lembar saham senilai Rp338,48 miliar. Sementara itu, sebanyak 25 saham menguat, 137 saham melemah, 55 saham stagnan, dan 335 saham tidak diperdagangkan.

Adapun saham-saham yang menguat pagi ini di antaranya yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp150  menjadi Rp13.250, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) menguat Rp45 ke Rp1.945, serta PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)  naik Rp15 ke Rp1.760.

Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah pagi ini di antaranya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp675 ke Rp21.075, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp600 menjadi Rp37.200, serta PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp450 ke Rp23.850.

Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengatakan, Bursa AS ditutup melemah akhir pekan lalu dengan seluruh indeks mayor turun lebih dari 1 persen termasuk Newmont Mining sejalan dengan pelemahan harga komoditas dan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu terakhir.

Bursa Eropa dan Asia ditutup mixed. Data penjualan ritel Tiongkok akan menjadi fokus minggu ini setelah pemerintah menargetkan GDP akan tumbuh 7 persen tahun ini yang merupakan angka pertumbuhan terendah dalam 25 tahun terakhir

“Dari dalam negeri, kami memprediksi investor akan melakukan aksi profit takingmenyusul pernyataan dari Menteri Keuangan Jumat lalu mengenai pertumbuhan GDP yang berpotensi melambat menjadi di bawah 5 persen akibat terhambatnya eksekusi proyek infrastruktur,” kata tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Senin (9/3/2015).

Harga minyak dan CPO terkoreksi dengan CPO turun ke level MYR2,288/MT akibat peningkatan produksi dari Indonesia. “Kami merekomendasikan investor untuk taking profit pada saham-saham bank dan properti akibat terbatasnya upsidesejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kami merekomendasikan investor untuk menambah posisi pada saham-saham yang defensif terhadap penguatan dolar AS. Buy PGAS, ADRO,” pungkas mereka.

loading...